๐—›. ๐—Ÿ๐˜‚๐—ธ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐—น ๐—›๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—บ, ๐—ฆ.๐—”๐—ด., ๐— .๐—ฃ๐—ฑ.

๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ช ๐˜‰๐˜™๐˜๐˜•, ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ช, ๐˜“๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ซ๐˜ช ๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ข, ๐˜š๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜›๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช ๐˜•๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข.

๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—ณ๐—ถ๐—น ๐—ฆ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐˜

Di tengah semakin besarnya perhatian terhadap pelestarian bahasa daerah dan identitas budaya Indonesia, nama H. Lukmanul Hakim,ย S.Ag., M.Pd. dikenal sebagai salah seorang peneliti yang konsisten mengabdikan diri pada bidang linguistik, preservasi bahasa, sastra, dan kebudayaan. Saat ini beliau mengemban amanah sebagai Peneliti Ahli Pertama di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra, Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra.

Perjalanan kariernya memperlihatkan kesinambungan antara dunia pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebelum berkiprah sebagai peneliti nasional, beliau terlebih dahulu mengabdikan diri sebagai guru, kepala madrasah, pengkaji kebahasaan, hingga peneliti di Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pengalaman tersebut membentuk perspektif keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teori, tetapi juga pada pelestarian bahasa sebagai bagian dari identitas bangsa.

“๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ด, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ต๐˜ช๐˜ง ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜บ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต.”

๐—Ÿ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ฟ ๐—•๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ž๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ

H. Lukmanul Hakim lahir di Embung Buak, Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada 31 Desember 1974. Beliau merupakan putra dari TGH. Muhsin Bukhari dan Hj. Muslihah, yang dikenal menanamkan nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat dalam lingkungan keluarga.

Tumbuh di tengah keluarga yang memiliki perhatian terhadap pendidikan Islam, beliau sejak kecil akrab dengan tradisi keilmuan, kehidupan pesantren, serta budaya masyarakat Sasak. Lingkungan tersebut membentuk karakter yang menghargai pentingnya ilmu pengetahuan, etika, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Perjalanan akademik dan profesional yang kemudian ditempuhnya mencerminkan kesinambungan nilai-nilai tersebut. Dari dunia pendidikan madrasah, pengkajian kebahasaan, hingga penelitian di tingkat nasional, H. Lukmanul Hakim menunjukkan komitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus berkontribusi dalam pelestarian bahasa, sastra, dan budaya Indonesia.

๐—Ÿ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ฟ ๐—•๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป

Perjalanan pendidikan H. Lukmanul Hakim dimulai di SD Negeri 3 Beraim (1981โ€“1986), kemudian melanjutkan ke MTs Darul Ulum Beraim (1986โ€“1989) dan MA Manhalul Ulum Praya (1989โ€“1992).

Pada jenjang perguruan tinggi, beliau menempuh pendidikan S-1 Pendidikan Bahasa Arab di STAIN Mataram dan lulus pada tahun 1999. Ketertarikannya terhadap kajian bahasa kemudian berkembang lebih luas ketika melanjutkan studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Mataram, yang diselesaikan pada tahun 2018.

Semangat belajar tersebut terus berlanjut melalui studi Program Doktor (S-3) Linguistik di Universitas Hasanuddin, Makassar, yang masih ditempuh hingga saat ini. Latar belakang pendidikan yang memadukan studi keislaman, bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan linguistik memberikan fondasi akademik yang kuat dalam aktivitas penelitian yang dijalaninya.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ข๐—ฟ๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐˜€๐—ถ

Karier profesional H. Lukmanul Hakim dimulai sebagai Guru MTs Darul Ulum Beraim, kemudian dipercaya menjadi Kepala Madrasah MTs Darul Ulum Beraim pada periode 1999โ€“2005.

Sejak menjadi aparatur sipil negara di Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, beliau aktif sebagai Pengkaji Kebahasaan dan kemudian Peneliti Ahli Pertama, dengan fokus pada penelitian bahasa daerah, penyusunan kamus, tata bahasa, serta pembinaan penggunaan bahasa Indonesia.

Sejak tahun 2022, beliau bergabung di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai Peneliti Ahli Pertama. Dalam lingkungan BRIN, beliau tergabung dalam Kelompok Riset Toponimi (Onomastika) yang mengkaji asal-usul, makna, sejarah, dan perkembangan nama-nama tempat di Indonesia sebagai bagian dari warisan budaya.

Di luar aktivitas akademik, beliau juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah MWC Nahdlatul Ulama Praya Tengah selama dua periode (2012โ€“2022), kini mengemban amanah sebagai Anggota Syuriah MWC NU Praya Tengah, serta menjadi Ketua Yayasan Al-Ma’arif Beraim sejak tahun 2015.

๐—ž๐—ผ๐—ป๐˜๐—ฟ๐—ถ๐—ฏ๐˜‚๐˜€๐—ถ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ ๐— ๐—ฎ๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐˜/๐——๐—ฎ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต

Kontribusi H. Lukmanul Hakim diwujudkan melalui penelitian, publikasi ilmiah, penulisan buku, serta pelestarian bahasa daerah.

Beliau memimpin berbagai penelitian mengenai toponimi desa dan kelurahan di Kabupaten Lombok Tengah, pemertahanan Bahasa Sasak di kawasan transmigrasi Pulau Sumbawa, kajian Bahasa Samawa, Bahasa Mbojo, hingga penelitian mengenai hidronim dan pelestarian warisan budaya.

Selain itu, beliau juga terlibat dalam penelitian mengenai UKBI Adaptif Merdeka, pengembangan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, inventarisasi kosakata daerah, serta pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.

Kontribusi tersebut memperlihatkan komitmennya dalam mendokumentasikan bahasa daerah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Indonesia.

๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—š๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ผ๐—ธ๐—ผ๐—ต

Dalam berbagai penelitian dan publikasinya, H. Lukmanul Hakim memandang bahwa bahasa merupakan warisan budaya yang tidak ternilai. Menurutnya, setiap nama tempat, ungkapan, dan kosakata menyimpan sejarah panjang tentang kehidupan masyarakat.

Karena itu, penelitian mengenai toponimi tidak hanya membahas asal-usul nama suatu wilayah, tetapi juga menjadi sarana untuk merekam identitas kolektif, nilai budaya, serta hubungan manusia dengan lingkungan tempat mereka hidup.

Beliau juga menaruh perhatian terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan, literasi, dan komunikasi dakwah sehingga perkembangan teknologi dapat menjadi sarana pelestarian ilmu pengetahuan dan budaya.

๐—ฃ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฎ๐—ฎ๐—ป

Sebagai akademisi dan peneliti, H. Lukmanul Hakim aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.

Beliau berkontribusi dalam penyusunan Kamus Sasakโ€“Indonesia, Kamus Samawaโ€“Indonesia, dan Kamus Mbojoโ€“Indonesia, serta menjadi penulis berbagai buku akademik, antara lain mengenai metodologi penelitian, linguistik, ekolinguistik, komunikasi, pendidikan, hukum keluarga Islam, ekonomi syariah, hingga Toponimi: Studi Penamaan Tempat Berdasarkan Perspektif Budaya, Linguistik, dan Geografis.

Selain itu, beliau secara konsisten mempresentasikan hasil penelitiannya pada berbagai konferensi ilmiah nasional dan internasional, termasuk forum yang diselenggarakan oleh BRIN, Masyarakat Linguistik Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Atma Jaya, serta berbagai perguruan tinggi lainnya.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฝ

Perjalanan H. Lukmanul Hakim menunjukkan bahwa penelitian merupakan salah satu bentuk pengabdian yang memberikan manfaat jangka panjang bagi bangsa. Melalui dedikasinya dalam bidang linguistik, preservasi bahasa, sastra, dan toponimi, beliau turut memperkaya khazanah ilmu pengetahuan sekaligus menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Di era globalisasi, ketika bahasa dan budaya lokal menghadapi berbagai tantangan, kiprah para peneliti seperti H. Lukmanul Hakim menjadi bagian penting dalam upaya merawat identitas bangsa. Riset yang dilakukan bukan hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat.

๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—น๐—ถ๐˜€

Tulisan ini disusun berdasarkan sumber-sumber publik yang dapat ditelusuri, meliputi publikasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Google Scholar, ORCID, ResearchGate, publikasi ilmiah, dokumentasi akademik, biodata dan daftar karya yang diberikan oleh tokoh yang bersangkutan, serta sumber terbuka lainnya yang relevan. Penulisan difokuskan pada rekam jejak, karya, dan aktivitas publik yang terdokumentasi. Informasi yang belum ditemukan dalam sumber yang memadai atau belum dapat diverifikasi secara independen tidak diuraikan lebih lanjut demi menjaga akurasi.

Foto yang digunakan dalam publikasi ini merupakan hasil penyuntingan digital berbasis ilustrasi tokoh dan digunakan semata-mata untuk kepentingan ilustrasi profil.

Profil ini merupakan bagian dari upaya Desa Smart untuk mendokumentasikan tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi, gagasan, karya, maupun peran dalam kehidupan sosial, budaya, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan pembangunan masyarakat.

๐—ฆ๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฅ๐˜‚๐—ท๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra BRIN
Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat
Google Scholar
ORCID
ResearchGate
Universitas Hasanuddin
Universitas Mataram
STAIN Mataram
Jurnal Mabasan
World Journal of English Language
Lombok Post
Biodata, daftar karya, dan rekam jejak akademik H. Lukmanul Hakim

error: Content is protected !!
Scroll to Top