Desa Smart Media
Desa Smart
Desa Smart

Selamat Datang di Desa Smart

Pusat informasi berita, kegiatan, dan aktivitas pembangunan desa dalam satu ruang informasi publik.

Desa Smart
Berita dan kegiatan terbaru Desa Smart
๐Ÿ–ผ๏ธ Foto
๐Ÿ“… Kegiatan
๐Ÿ“„ Informasi
Desa Smart
4 hari lalu ยท 24 September 2026
Berita
๐—”๐—ฃ๐—•๐—— ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—จ๐—•๐—”๐—›๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—” ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ
๐—”๐—ฃ๐—•๐—— ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—จ๐—•๐—”๐—›๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—” ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ
๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ก๐—ฎ๐—ถ๐—ธ ๐Ÿฎ,๐Ÿฐ๐Ÿฎ%, ๐—•๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ธ ๐Ÿญ๐Ÿญ,๐Ÿณ๐Ÿฌ%๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ด ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ: ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ข ๐˜ˆ๐˜—๐˜‰๐˜‹ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข, ๐˜š๐˜ช๐˜“๐˜—๐˜ˆ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ง๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜บ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต.Pembahasan Perubahan APBD Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2026 mengh...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“„ Lihat dokumen kegiatan
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
4 hari lalu ยท 24 September 2026
Berita
๐—ฆ๐—œ๐—ฆ๐—ง๐—˜๐—  ๐—œ๐—ก๐—™๐—ข๐—ฅ๐— ๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก๐—”๐—ก ๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—œ๐—ฆ๐—Ÿ๐—”๐—ง๐—œ๐—™
๐—ฆ๐—œ๐—ฆ๐—ง๐—˜๐—  ๐—œ๐—ก๐—™๐—ข๐—ฅ๐— ๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก๐—”๐—ก ๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—œ๐—ฆ๐—Ÿ๐—”๐—ง๐—œ๐—™
๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฒ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ท๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ฏ, ๐—ง๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ด๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€Keterangan ilustrasi: Transformasi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat memperoleh informasi politik, tetapi juga mengubah cara data, kegiatan, dan dokumentasi kampanye dikelola.Di era digital, sebuah keg...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
5 hari lalu ยท 22 September 2026
Berita
๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐——๐—จ๐—ก๐—œ๐—” ๐——๐—”๐—ง๐—”๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—”
๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐——๐—จ๐—ก๐—œ๐—” ๐——๐—”๐—ง๐—”๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—”
๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜”๐˜ข๐˜ญ๐˜ช, ๐˜š๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜—๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜š๐˜ช๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ณ๐˜ข ๐˜“๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ, ๐˜—๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜›๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ช ๐˜š๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข?Oleh: Redaksi DESA SMARTAda sesuatu yang menarik sedang berlangsung di sebuah kampus yang berdiri di kaki Olat Maras...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 3 Suka    ๐Ÿ’ฌ 1 Komentar Berita
Desa Smart
21 September 2026 ยท 21 September 2026
Berita
๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐—๐—จ๐——๐—œ ๐—ข๐—ก๐—Ÿ๐—œ๐—ก๐—˜ ๐— ๐—˜๐—ฅ๐—”๐— ๐—•๐—”๐—› ๐—ช๐—˜๐—•๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐—ฃ๐—˜๐— ๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—ง๐—”๐—›
๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐—๐—จ๐——๐—œ ๐—ข๐—ก๐—Ÿ๐—œ๐—ก๐—˜ ๐— ๐—˜๐—ฅ๐—”๐— ๐—•๐—”๐—› ๐—ช๐—˜๐—•๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐—ฃ๐—˜๐— ๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—ง๐—”๐—›
๐˜‹๐˜ข๐˜ณ๐˜ชย ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ดย ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ,ย ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉย ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉย ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ขย ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ฆย ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข:ย ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ขย ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏย ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฎ๐˜ชย ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ตย ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ชย ๐˜ด๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ โ€œ๐˜ด๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ตย ๐˜จ๐˜ข๐˜ค๐˜ฐ๐˜ณโ€?Oleh: Redaksi DESA SMART๐—•๐—จ๐—ž๐—”๐—กย ๐—ช๐—˜๐—•๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—˜ย ๐—๐—จ๐——๐—œ,ย ๐—ง๐—˜๐—ง๐—”๐—ฃ๐—œย ๐——๐—œ๐—๐—”๐——๐—œ๐—ž๐—”๐—กย ๐— ๐—˜๐——๐—œ๐—”ย ๐—ฃ๐—ฅ๐—ข๐— ๐—ข๐—ฆ๐—œKetika seseorang menemukan tulisan โ€œslot gacorโ€, โ€œjudi onlineโ€, atau tautan perjudian pada sebuah situs peme...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
14 September 2026 ยท 14 September 2026
Berita
๐’๐„๐‰๐€๐”๐‡ ๐Œ๐€๐๐€ ๐ƒ๐„๐’๐€ ๐ƒ๐ˆ ๐๐“๐ ๐“๐„๐‘๐‡๐”๐๐”๐๐† ๐’๐„๐‚๐€๐‘๐€ ๐ƒ๐ˆ๐†๐ˆ๐“๐€๐‹?
๐’๐„๐‰๐€๐”๐‡ ๐Œ๐€๐๐€ ๐ƒ๐„๐’๐€ ๐ƒ๐ˆ ๐๐“๐ ๐“๐„๐‘๐‡๐”๐๐”๐๐† ๐’๐„๐‚๐€๐‘๐€ ๐ƒ๐ˆ๐†๐ˆ๐“๐€๐‹?
493 WEBSITE DESA/KELURAHAN TERPANTAUSumber Rujukan https://pantau.desasmart.id/public/statistik_opensid.phpDigitalisasi desa semakin menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan informasi kepada masyarakat. Website desa bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi dapat menjadi sa...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 1 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
11 Agustus 2026 ยท 11 Agustus 2026
Berita
Dari Berita Menjadi Data: Membaca Denyut Digital Desa di Nusa Tenggara Barat
Dari Berita Menjadi Data: Membaca Denyut Digital Desa di Nusa Tenggara Barat
10.227 berita yang terhimpun melalui Sistem Informasi Desa bukan sekadar kumpulan publikasi. Jika dikelola dan dianalisis secara sistematis, data tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk memahami aktivitas digital desa, mengukur keberlanjutan pemanfaatan teknologi, serta menemukan ruang unt...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
12 September 2025 ยท 3 September 2025
Berita
Bupati BBF Harap Bimtek SID Dapat Permudah Masyarakat Mengakses Informasi
Bupati BBF Harap Bimtek SID Dapat Permudah Masyarakat Mengakses Informasi
Dompu, Bimakini. รขโ‚ฌโ€œ Upaya meningkatkan kualitas Sistem Informasi Teknologi Digital Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Dompu menyelenggarakan Work Shop dan Bimbingan Teknis (bimtek) tentang Sistem informasi Desa (SID) di gedung PKK, Selasa (11/06/2025).S...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
12 September 2025 ยท 27 Agustus 2025
Berita
Bupati Sumbawa H. Jarot Launching Aplikasi Srikandi
Bupati Sumbawa H. Jarot Launching Aplikasi Srikandi
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 80, di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Rabu, (27/8/2025).Hadir juga Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan Drs. H. Mohamad Ansori, Forkopimda Kabupaten Sumba...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
20 Agustus 2025 ยท 20 Agustus 2025
Berita
Pantau SID: Semangat Kolaborasi dan Keterbukaan Desa OpenSID di NTB
Pantau SID: Semangat Kolaborasi dan Keterbukaan Desa OpenSID di NTB
Pantau SID รขโ‚ฌโ€ Desa-desa pengguna OpenSID di NTB terus menunjukkan denyut kehidupan masyarakat yang aktif, transparan, dan penuh semangat gotong royong. Melalui Pantau SID, berbagai kabar terkini terekam secara otomatis dari website desa, menjadi bukti nyata bahwa desa-desa kini semakin terbuka dan ...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
18 Agustus 2025 ยท 18 Agustus 2025
Berita
Desa-Desa OpenSID di NTB Kian Berprestasi, Jadi Inspirasi Menuju Indonesia Emas 2045
Desa-Desa OpenSID di NTB Kian Berprestasi, Jadi Inspirasi Menuju Indonesia Emas 2045
Nusa Tenggara Barat, 18 Agustus 2025 รขโ‚ฌโ€œ Desa-desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah mengadopsi OpenSID (Sistem Informasi Desa berbasis Open Source) terus menunjukkan kiprah nyata dalam menghadirkan informasi publik, meningkatkan transparansi, serta memperkuat partisipasi warga.Dalam bebera...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
12 Agustus 2025 ยท 12 Agustus 2025
Berita
Aplikasi Silingga Siap Uji Coba: Inovasi Digital untuk Lingkungan Warga
Aplikasi Silingga Siap Uji Coba: Inovasi Digital untuk Lingkungan Warga
Desa Dmart, 12/08/2025. Silingga (Sistem Informasi Lingkungan Warga) kini memasuki tahap akhir pengembangan dan siap memasuki fase uji coba. Aplikasi ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan informasi di tingkat Lingkungan Warga, Dusun, maupun Rukun Warga (RW) dengan memanfaatk...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“„ Lihat dokumen kegiatan
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
8 Agustus 2025 ยท 8 Agustus 2025
Berita
Semangat Bersama Desa-Desa di NTB: OpenSID Memperkuat Sinergi dan Pelayanan Masyarakat
Semangat Bersama Desa-Desa di NTB: OpenSID Memperkuat Sinergi dan Pelayanan Masyarakat
Pantau SID NTB, 08 Agustus 2025 รขโ‚ฌโ€ Desa-desa di wilayah NTB yang mengadopsi OpenSID terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan yang tercermin langsung di website desa, terlihat jelas bagaimana OpenSID menjadi platform ...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
7 Agustus 2025 ยท 7 Agustus 2025
Berita
Berita Terkini Desa OpenSID Wilayah Nusa Tenggara Barat
Berita Terkini Desa OpenSID Wilayah Nusa Tenggara Barat
Tanggal: 07 Agustus 2025Desa-desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah mengadopsi sistem OpenSID terus menunjukkan dinamika dan semangat membangun yang luar biasa. Hari ini, berbagai kegiatan positif kembali berlangsung di sejumlah desa, menunjukkan keterlibatan aktif pemerintah desa, masyarak...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
Desa Smart
13 September 2025 ยท 25 Juli 2025
Berita
Desa di Kabupaten Lombok Timur NTB Terima Dana Desa 2025
Desa di Kabupaten Lombok Timur NTB Terima Dana Desa 2025
Sebanyak tujuh desa di Kabupatenย Lombokย Timur, Nusaย Tenggaraย Baratย (NTB) mendapatkan danaย desaย 2025 tertinggi antara Rp1,9 hingga Rp2,4 miliar.ย Total ada 154 desa di Kabupatenย Lombokย Timur NTB yang mendapatkan dana di atas Rp1 miliar.ย Dana desa dikucurkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk K...
Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ‘ 0 Suka    ๐Ÿ’ฌ 0 Komentar Berita
๐—”๐—ฃ๐—•๐—— ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—จ๐—•๐—”๐—›๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—” ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ
Berita ยท 24 September 2026
๐—”๐—ฃ๐—•๐—— ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—จ๐—•๐—”๐—›๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—” ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ

๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ก๐—ฎ๐—ถ๐—ธ ๐Ÿฎ,๐Ÿฐ๐Ÿฎ%, ๐—•๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ธ ๐Ÿญ๐Ÿญ,๐Ÿณ๐Ÿฌ%

๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ด ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ: ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ข ๐˜ˆ๐˜—๐˜‰๐˜‹ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข, ๐˜š๐˜ช๐˜“๐˜—๐˜ˆ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ง๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜บ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต.

Pembahasan Perubahan APBD Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2026 menghadirkan sejumlah angka yang menarik untuk diperhatikan.

Dalam rancangan perubahan APBD yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pendapatan daerah meningkat dari sekitar Rp1,89 triliun menjadi Rp1,94 triliun, atau bertambah Rp45,83 miliar. Sementara itu, belanja daerah meningkat jauh lebih besar, dari sekitar Rp1,92 triliun menjadi Rp2,14 triliun, atau bertambah Rp224,51 miliar. 

Perbedaan tersebut kemudian menjadi salah satu perhatian dalam pandangan Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sumbawa.

Namun, membaca angka tersebut hanya dengan kesimpulan bahwa โ€œbelanja naik lebih besar daripada pendapatanโ€ tentu belum cukup.

Di balik angka tersebut terdapat struktur pembiayaan, penggunaan SiLPA, perubahan komposisi belanja, kebutuhan pelayanan publik, hingga pertanyaan yang lebih mendasar: apa yang akan diterima masyarakat dari tambahan anggaran tersebut?

Di sinilah APBD perlu dibaca bukan sekadar sebagai dokumen keuangan pemerintah, tetapi sebagai cermin prioritas pembangunan daerah.

๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐—ฎ

Secara sederhana, perubahan yang terjadi dapat digambarkan sebagai berikut:

Komponen Sebelum Perubahan Setelah Perubahan Perubahan

Pendapatan ยฑ Rp1,89 T ยฑ Rp1,94 T +Rp45,83 M

Belanja ยฑ Rp1,92 T ยฑ Rp2,14 T +Rp224,51 M

Penerimaan pembiayaan Rp25 M Rp201,68 M +Rp176,68 M

Sumber pembiayaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjelaskan mengapa belanja dapat meningkat jauh lebih besar dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menjelaskan bahwa penerimaan pembiayaan dalam rancangan perubahan APBD mencapai Rp201,68 miliar dan seluruhnya bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya. Pembiayaan netto tersebut digunakan untuk menutup defisit sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berjalan diproyeksikan menjadi nol. 

Dengan demikian, angka belanja Rp2,14 triliun tidak semata-mata dibiayai oleh pendapatan daerah tahun 2026.

Ada pula sumber pembiayaan dari anggaran tahun sebelumnya.

Hal ini penting dipahami masyarakat karena pendapatan dan pembiayaan merupakan dua hal yang berbeda dalam struktur APBD.

๐—ฆ๐—ถ๐—Ÿ๐—ฃ๐—”: ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ โ€œ๐—จ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฆ๐—ถ๐˜€๐—ฎโ€

Istilah SiLPA sering muncul dalam pembahasan APBD, tetapi belum tentu dipahami masyarakat secara utuh.

SiLPA adalah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran. Dalam konteks perubahan APBD Sumbawa 2026, SiLPA tahun sebelumnya digunakan sebagai sumber penerimaan pembiayaan sebesar Rp201,68 miliar. 

Pertanyaan publik yang menarik kemudian bukan semata-mata:

โ€œMengapa SiLPA digunakan?โ€

Tetapi:

โ€œMengapa SiLPA sebesar itu terbentuk?โ€

Jawabannya perlu dilihat dari laporan realisasi APBD dan dokumen pertanggungjawaban tahun sebelumnya.

SiLPA dapat terbentuk karena berbagai kondisi. Bisa berkaitan dengan penerimaan yang lebih tinggi dari yang direncanakan, efisiensi belanja, kegiatan yang belum terlaksana, pengadaan yang tertunda, atau faktor lain dalam pelaksanaan anggaran.

Karena itu, SiLPA tidak otomatis berarti kegagalan pengelolaan anggaran, tetapi juga tidak otomatis berarti keberhasilan efisiensi.

Konteks pembentukannya yang harus diperiksa.

Bagi masyarakat, ini menjadi salah satu pintu masuk penting untuk memahami bagaimana APBD dilaksanakan dari tahun ke tahun.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ก๐—ฎ๐—ถ๐—ธ, ๐—ง๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐——๐—ถ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—”๐——?

Ada bagian lain yang juga menarik.

Dalam rancangan perubahan tersebut, Pendapatan Asli Daerah atau PAD hanya mengalami perubahan relatif kecil, dari sekitar Rp251,48 miliar menjadi Rp251,59 miliar. Sementara pendapatan transfer meningkat menjadi sekitar Rp1,69 triliun. 

Artinya, tambahan pendapatan daerah dalam perubahan APBD 2026 lebih banyak berkaitan dengan perubahan pada sumber pendapatan selain PAD.

Pemerintah daerah menjelaskan bahwa pendapatan transfer antara lain dipengaruhi tambahan kurang bayar Dana Bagi Hasil dari pemerintah pusat serta peningkatan transfer antardaerah. Sementara pos lain-lain pendapatan daerah yang sah meningkat, salah satunya karena keuntungan bersih PT Amman Mineral Nusa Tenggara tahun 2025. 

Dari perspektif literasi fiskal, kondisi ini mengingatkan kita pada satu pertanyaan yang lebih panjang:

Seberapa kuat kemampuan daerah meningkatkan pendapatan yang bersumber dari potensi daerah sendiri?

Pertanyaan tersebut berbeda dengan mengatakan bahwa transfer pemerintah pusat adalah sesuatu yang buruk.

Transfer merupakan bagian penting dari sistem keuangan daerah.

Namun, kemampuan memperkuat PAD tetap relevan karena berkaitan dengan ruang fiskal daerah dan kapasitas pemerintah daerah membiayai pelayanan serta pembangunan dari sumber-sumber yang menjadi kewenangannya.

๐—•๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ท๐—ฎ ๐— ๐—ผ๐—ฑ๐—ฎ๐—น ๐—ก๐—ฎ๐—ถ๐—ธ ๐Ÿญ๐Ÿฌ๐Ÿฏ,๐Ÿญ๐Ÿฎ%

Salah satu angka yang cukup menonjol adalah peningkatan belanja modal.

Dalam rancangan perubahan APBD 2026, belanja modal meningkat dari Rp50,36 miliar menjadi Rp102,28 miliar, atau bertambah sekitar Rp51,93 miliar. Secara persentase, peningkatannya mencapai 103,12 persen. 

Secara nominal, peningkatan ini jauh lebih kecil dibandingkan keseluruhan tambahan belanja.

Tetapi secara persentase, perubahannya cukup besar.

Pemerintah daerah menjelaskan bahwa penguatan belanja modal diarahkan untuk investasi infrastruktur dan aset tetap daerah serta mendukung prioritas pembangunan. 

Di sinilah masyarakat dapat mengajukan pertanyaan yang lebih konkret.

Jika belanja modal meningkat, maka:

Apa yang dibangun?

Di mana lokasinya?

Berapa lama pengerjaannya?

Berapa masyarakat yang memperoleh manfaat?

Bagaimana kualitas dan pemeliharaannya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting karena keberhasilan belanja modal pada akhirnya tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran, tetapi juga dari fungsi dan manfaat aset yang dibangun.

๐—ง๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—บ ๐—ฆ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ณ๐—ฎ๐—ฎ๐˜

Ini mungkin bagian terpenting dalam membaca APBD.

Anggaran adalah input.

Kegiatan pemerintah adalah proses.

Hasil kegiatan adalah output.

Perubahan yang dirasakan masyarakat merupakan bagian dari outcome.

Contohnya sederhana.

Jika pemerintah menganggarkan pembangunan jalan, maka:

Input: anggaran pembangunan.

Proses: perencanaan, pengadaan, konstruksi dan pengawasan.

Output: jalan yang selesai dibangun atau diperbaiki.

Outcome: konektivitas membaik, waktu tempuh berkurang, distribusi hasil pertanian menjadi lebih mudah, atau akses masyarakat terhadap pelayanan meningkat.

Maka pertanyaan mengenai APBD seharusnya tidak berhenti pada:

> โ€œBerapa anggarannya?โ€

Tetapi dilanjutkan dengan:

> โ€œApa hasilnya?โ€

Dan lebih jauh:

> โ€œApa perubahan yang dirasakan masyarakat?โ€

๐—ž๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐˜๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜€

APBD Perubahan 2026 juga memiliki tantangan tersendiri karena pelaksanaannya berlangsung ketika tahun anggaran sudah berjalan.

Artinya, tambahan anggaran harus diterjemahkan menjadi program dan kegiatan dalam waktu yang relatif terbatas.

Sejumlah fraksi DPRD Sumbawa dalam pandangan umumnya juga menyoroti pentingnya efektivitas, ketepatan sasaran dan kemampuan pelaksanaan anggaran. Fraksi Demokrat Pembangunan, misalnya, menekankan agar perubahan anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan meminta perhatian terhadap sejumlah persoalan di lapangan. 

Kondisi tersebut membuat kualitas perencanaan menjadi sangat penting.

Jangan sampai anggaran bertambah, tetapi waktu pelaksanaan terlalu sempit sehingga kualitas pekerjaan, pengadaan, pengawasan atau pemanfaatan anggaran justru menghadapi kendala.

๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—™๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐˜‚๐—ฏ๐—น๐—ถ๐—ธ

Sorotan Fraksi Golkar mengenai perbedaan kenaikan pendapatan dan belanja sebaiknya dibaca sebagai bagian dari proses pembahasan APBD antara DPRD dan pemerintah daerah.

Pada saat yang sama, pemerintah daerah telah menjelaskan bahwa tambahan belanja digunakan antara lain untuk kegiatan tahun sebelumnya yang belum selesai, kekurangan belanja tahun berjalan, jaminan kesehatan, perlindungan pekerja rentan, kebutuhan mendesak, program prioritas, dan penguatan belanja modal. 

Dengan demikian, terdapat dua sisi yang perlu dibaca bersama.

Pemerintah menjelaskan alasan kebutuhan tambahan anggaran.

Sementara DPRD menjalankan fungsi pembahasan dan pengawasan terhadap usulan tersebut.

Bagi masyarakat, kedua proses tersebut dapat menjadi ruang untuk mengajukan pertanyaan yang objektif:

Apakah setiap tambahan anggaran memiliki dasar kebutuhan yang jelas?

Apakah kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara efektif?

Apakah target dan indikator keberhasilannya dapat diukur?

Dan apakah manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat?

Pertanyaan semacam ini tidak ditujukan kepada satu fraksi atau satu lembaga saja.

Ia merupakan bagian dari literasi anggaran masyarakat.

๐—”๐—ฃ๐—•๐—— ๐—ฆ๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐— ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐——๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ฃ๐˜‚๐—ฏ๐—น๐—ถ๐—ธ

Dokumen APBD memang penuh dengan istilah teknis.

Namun masyarakat sebenarnya dapat memulainya dari beberapa pertanyaan sederhana:

Dari mana uang daerah berasal?

Berapa yang berasal dari PAD?

Berapa yang berasal dari transfer?

Untuk apa belanja ditambah?

Berapa yang digunakan untuk pelayanan publik?

Berapa yang menjadi belanja modal?

Mengapa terdapat SiLPA?

Apa program prioritasnya?

Apa indikator keberhasilannya?

Bagaimana masyarakat dapat melihat realisasinya?

Pertanyaan tersebut akan membantu masyarakat berpindah dari sekadar menjadi penerima informasi anggaran menjadi warga yang mampu membaca dan mengawasi anggaran.

๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฐ๐—ฎ ๐—”๐—ฃ๐—•๐—— ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฆ๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ ๐——๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ต๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ ๐—›๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—น

Pada akhirnya, perubahan APBD Sumbawa 2026 memberikan pelajaran yang lebih luas tentang bagaimana masyarakat seharusnya membaca anggaran pemerintah.

Jangan hanya melihat angka Rp2,14 triliun.

Lihat juga bagaimana angka tersebut terbentuk.

Pendapatan meningkat Rp45,83 miliar.

Belanja meningkat Rp224,51 miliar.

Penerimaan pembiayaan meningkat menjadi Rp201,68 miliar dan seluruhnya berasal dari SiLPA tahun sebelumnya.

Belanja modal meningkat menjadi Rp102,28 miliar.

Belanja operasi meningkat sekitar Rp165,75 miliar.

Transfer meningkat sekitar Rp6,83 miliar. 

Setiap angka memiliki cerita kebijakan di belakangnya.

Dan setiap kebijakan memiliki konsekuensi bagi masyarakat.

Karena itu, literasi APBD bukan tentang menghafal angka triliunan rupiah.

Literasi APBD adalah kemampuan memahami hubungan antara:

uang publik โ†’ kebijakan โ†’ program โ†’ pelaksanaan โ†’ hasil โ†’ manfaat masyarakat.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฝ

๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ โ€œ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐—”๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป?โ€ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ โ€œ๐—”๐—ฝ๐—ฎ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ณ๐—ฎ๐—ฎ๐˜๐—ป๐˜†๐—ฎ?โ€

Perubahan APBD Kabupaten Sumbawa 2026 masih berada dalam proses pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD. Karena itu, angka dan alokasi yang tercantum dalam rancangan belum dapat dipahami sebagai hasil akhir sebelum seluruh tahapan pembahasan dan penetapan selesai. 

Namun, proses tersebut memberikan kesempatan penting bagi masyarakat untuk belajar memahami bagaimana keuangan daerah bekerja.

Perbedaan antara kenaikan pendapatan dan belanja bukanlah satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Yang lebih penting adalah alasan perubahan, sumber pembiayaan, kemampuan pelaksanaan, kualitas belanja, transparansi, dan manfaat yang dihasilkan.

Sebab uang yang tercantum dalam APBD pada akhirnya bukan sekadar angka dalam dokumen pemerintah.

Di balik setiap rupiah terdapat kepentingan publik.

Dan karena itu, semakin besar anggaran yang dikelola, semakin penting pula transparansi, pengawasan dan kemampuan masyarakat untuk memahami ke mana uang tersebut diarahkan.

APBD yang baik bukan hanya APBD yang terserap.

Yang lebih penting adalah APBD yang dapat dipertanggungjawabkan hasilnya dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

๐—–๐—”๐—ง๐—”๐—ง๐—”๐—ก ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—จ๐—Ÿ๐—œ๐—ฆ

Artikel ini disusun oleh Desa Smart sebagai materi literasi dan edukasi publik mengenai keuangan daerah. Tulisan tidak dimaksudkan untuk mendukung atau menolak pandangan fraksi tertentu, melainkan menjelaskan isu perubahan APBD Sumbawa 2026 dengan bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat.

Angka dan keterangan mengenai Rancangan Perubahan APBD 2026 bersumber dari pemberitaan mengenai penjelasan Pemerintah Kabupaten Sumbawa serta perkembangan pembahasan di DPRD. Karena rancangan masih berada dalam proses pembahasan, angka akhir dapat berubah sesuai hasil pembahasan dan penetapan.

๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—˜๐—ฅ ๐—ฅ๐—จ๐—๐—จ๐—ž๐—”๐—ก

1. Samawa Rea, APBD Sumbawa 2026 Bertambah Rp224,51 Miliar, Belanja Daerah Tembus Rp2,14 Triliun, 22 September 2026. 

2. Kabar Sumbawa, Wabup Sumbawa Jelaskan Rancangan Perubahan APBD 2026, 22 September 2026. 

3. Saka NTB, Perubahan APBD Sumbawa 2026: Pendapatan Naik Rp45,83 Miliar, Belanja Bertambah Rp224,51 Miliar, 21 September 2026. 

4. Nuansa NTB, Wabup Ansori Paparkan Raperda Perubahan APBD 2026 Sumbawa, 21 September 2026. 

5. Post Kota NTB, Fraksi Demokrat Pembangunan Soroti Jalan Rusak hingga Penanganan Korban Longsor Lantung dalam APBD-P 2026, 23 September 2026. 

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฅ๐—ฒ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฆ๐—บ๐—ฎ๐—ฟ๐˜

APBD sering terlihat sebagai angka-angka besar yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, di balik angka tersebut terdapat jalan yang dibangun, layanan kesehatan yang diberikan, sekolah yang didukung, perlindungan sosial yang disediakan, serta berbagai kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi. Karena itu, memahami APBD bukan hanya urusan pemerintah dan DPRD. Ia merupakan bagian dari literasi kewargaan yang penting bagi setiap masyarakat.

๐Ÿ“„ Lihat dokumen kegiatan
๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
๐—ฆ๐—œ๐—ฆ๐—ง๐—˜๐—  ๐—œ๐—ก๐—™๐—ข๐—ฅ๐— ๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก๐—”๐—ก ๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—œ๐—ฆ๐—Ÿ๐—”๐—ง๐—œ๐—™
Berita ยท 24 September 2026
๐—ฆ๐—œ๐—ฆ๐—ง๐—˜๐—  ๐—œ๐—ก๐—™๐—ข๐—ฅ๐— ๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก๐—”๐—ก ๐—Ÿ๐—˜๐—š๐—œ๐—ฆ๐—Ÿ๐—”๐—ง๐—œ๐—™

๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฒ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ท๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—น๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ฏ, ๐—ง๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐˜€๐—ฝ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ด๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€

Keterangan ilustrasi: Transformasi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat memperoleh informasi politik, tetapi juga mengubah cara data, kegiatan, dan dokumentasi kampanye dikelola.

Di era digital, sebuah kegiatan politik semakin sulit dikelola hanya dengan buku catatan, lembar Excel yang terpisah-pisah, percakapan WhatsApp, dan ingatan manusia.

Dalam aktivitas pencalonan legislatif, misalnya, terdapat berbagai jenis informasi yang harus dikelola: jadwal kegiatan, lokasi, dokumentasi, struktur tim, administrasi, pengeluaran, materi publikasi, laporan kegiatan, hingga evaluasi internal.

Dari sinilah muncul gagasan mengenai Sistem Informasi Pemenangan Legislatif.

Istilah tersebut dapat dipahami sebagai sebuah sistem digital yang membantu suatu organisasi atau tim kandidat mengelola informasi dan administrasi kegiatan pencalonan secara terstruktur.

Namun, ada satu hal penting yang perlu dibedakan.

Sistem informasi bukanlah mesin untuk menentukan pilihan politik masyarakat.

Teknologi seharusnya membantu manusia mengelola informasi secara lebih tertib, bukan menggantikan kebebasan pemilih dalam menentukan pilihan politiknya.

 

๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ ๐——๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด?

Dalam organisasi apa pun, keputusan yang baik membutuhkan informasi yang baik.

Begitu pula dalam pengelolaan kegiatan politik.

Bayangkan sebuah tim memiliki ratusan kegiatan pertemuan masyarakat. Setiap kegiatan menghasilkan informasi: kapan dilaksanakan, di mana lokasinya, siapa penyelenggaranya, apa agendanya, dokumentasinya, dan apa hasil administrasinya.

Jika semua informasi tersebut tersimpan dalam banyak grup percakapan dan file yang berbeda, pencarian kembali data akan menjadi pekerjaan tersendiri.

Sistem informasi mencoba menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengubah data yang tersebar menjadi basis data yang terstruktur.

Secara sederhana:

Data โ†’ Informasi โ†’ Analisis โ†’ Pengambilan keputusan

Tetapi kualitas keputusan tetap bergantung pada kualitas data dan manusia yang menggunakannya.

 

๐—ฆ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ ๐—”๐—ฝ๐—ฎ ๐—ฆ๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ป๐˜†๐—ฎ?

Sebuah sistem informasi untuk pengelolaan kegiatan pencalonan legislatif dapat dibangun dalam beberapa modul.

๐Ÿญ. ๐— ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—น ๐——๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐—ช๐—ถ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ต

Data wilayah dapat menjadi fondasi sistem.

Misalnya:

Provinsi โ†’ Kabupaten/Kota โ†’ Kecamatan โ†’ Desa/Kelurahan โ†’ Lokasi kegiatan

Dengan struktur seperti ini, data kegiatan dapat dicari berdasarkan wilayah tanpa harus membuka dokumen satu per satu.

Data wilayah juga dapat ditampilkan dalam bentuk peta sehingga pengelola memperoleh gambaran geografis mengenai persebaran kegiatan.

๐Ÿฎ. ๐— ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—น ๐—”๐—ด๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—ด๐—ถ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป

Setiap kegiatan dapat memiliki:

tanggal dan waktu;

lokasi;

agenda;

penanggung jawab;

status kegiatan;

dokumentasi;

catatan hasil kegiatan.

 

Dengan demikian, sistem bukan sekadar menyimpan daftar kegiatan, tetapi juga membangun rekam jejak aktivitas organisasi.

๐Ÿฏ. ๐— ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—น ๐——๐—ผ๐—ธ๐˜‚๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ

Foto, dokumen administrasi, surat, laporan kegiatan dan berkas lainnya dapat dikaitkan dengan kegiatan tertentu.

Ini penting karena dokumentasi digital yang baik bukan sekadar arsip.

Ia juga dapat menjadi bagian dari akuntabilitas organisasi.

๐Ÿฐ. ๐— ๐—ผ๐—ฑ๐˜‚๐—น ๐—ž๐—ฒ๐˜‚๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป

Aspek keuangan membutuhkan perhatian khusus.

Sistem dapat membantu mencatat pemasukan, pengeluaran, bukti transaksi, serta kategori pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam Pemilu 2024, KPU menggunakan Sistem Informasi Kampanye dan Dana Kampanye (Sikadeka) sebagai aplikasi khusus untuk membantu pelaksanaan kegiatan kampanye serta pelaporan dan audit dana kampanye. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa teknologi informasi juga memiliki fungsi penting dalam aspek administrasi dan transparansi, bukan sekadar publikasi politik.

 

๐——๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ต ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ ๐—”๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ

Bagian yang paling sensitif dalam sistem informasi politik adalah data manusia.

Data mengenai pemilih harus diperlakukan secara berbeda dengan data kegiatan biasa.

Sistem yang bertanggung jawab tidak seharusnya menjadikan data individu sebagai instrumen untuk memanipulasi pilihan seseorang.

Prinsip yang lebih aman adalah menggunakan data agregat untuk memahami konteks wilayah dan kebutuhan informasi publik, sementara data pribadi harus dibatasi berdasarkan kebutuhan, kewenangan, keamanan, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan kata lain:

Semakin sensitif sebuah data, semakin tinggi pula tanggung jawab dalam mengelolanya.

Ini merupakan salah satu prinsip penting dalam membangun sistem informasi politik pada era digital.

 

๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐——๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ท๐˜‚ ๐——๐—ฎ๐˜€๐—ต๐—ฏ๐—ผ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฑ

Salah satu bentuk yang paling mudah dipahami masyarakat adalah dashboard.

Misalnya, dashboard dapat menampilkan:

Informasi Fungsi

Kegiatan Melihat aktivitas yang telah dicatat

Kalender Melihat agenda berdasarkan waktu

Wilayah Melihat persebaran kegiatan

Dokumentasi Mengelola arsip kegiatan

Administrasi Memantau kelengkapan dokumen

Keuangan Memantau pencatatan transaksi

Laporan Menghasilkan laporan berkala

 

Dashboard seperti ini pada dasarnya bukan sekadar tampilan grafik.

Ia merupakan lapisan visual dari sebuah basis data.

Di belakang sebuah dashboard yang terlihat sederhana biasanya terdapat tabel database, relasi antar-data, sistem autentikasi, pengaturan hak akses, pencadangan, audit log, dan mekanisme keamanan.

 

๐—š๐—œ๐—ฆ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—บ ๐—œ๐—ป๐—ณ๐—ผ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฃ๐—ผ๐—น๐—ถ๐˜๐—ถ๐—ธ

Teknologi GIS juga dapat digunakan untuk kebutuhan administratif dan analisis wilayah.

Misalnya, sistem dapat menampilkan:

Kabupaten โ†’ Kecamatan โ†’ Desa/Kelurahan โ†’ Lokasi kegiatan

Kemudian setiap kegiatan ditampilkan sebagai titik pada peta.

Teknologi seperti PostGIS, GeoServer, Leaflet atau OpenLayers memungkinkan data spasial tersebut diintegrasikan dengan basis data dan dashboard.

Namun, peta juga harus digunakan secara bertanggung jawab.

Peta yang menampilkan informasi individu secara terlalu rinci dapat menimbulkan risiko privasi. Karena itu, tingkat detail informasi harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan dan hak akses pengguna.

 

๐—ž๐—ฒ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐——๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐—ผ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€

Sistem informasi politik menyimpan informasi yang bernilai tinggi.

Karena itu, keamanan tidak boleh ditambahkan belakangan.

Minimal terdapat beberapa lapisan yang perlu diperhatikan:

Autentikasi

Siapa yang boleh masuk ke sistem?

Otorisasi

Apa saja yang boleh dilakukan setiap pengguna?

Audit log

Siapa mengubah data dan kapan perubahan dilakukan?

Backup

Apa yang terjadi jika server mengalami kerusakan?

Enkripsi

Bagaimana informasi sensitif dilindungi?

Validasi data

Bagaimana sistem mencegah data yang salah masuk?

Monitoring

Bagaimana administrator mengetahui adanya aktivitas yang tidak wajar?

Dalam sistem yang baik, setiap perubahan penting seharusnya dapat ditelusuri.

 

๐—ง๐—ฒ๐—ธ๐—ป๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ด๐—ถ ๐—๐˜‚๐—ด๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ ๐—ฅ๐—ถ๐˜€๐—ถ๐—ธ๐—ผ

Digitalisasi bukan hanya menghadirkan efisiensi.

Ia juga menciptakan tantangan baru.

Bawaslu pada 2026 menyoroti bahwa perkembangan teknologi telah membuat praktik politik uang bertransformasi ke ranah digital, termasuk melalui transaksi elektronik. Bawaslu menyebut perkembangan tersebut menghadirkan tantangan baru dalam pengawasan dan pembuktian. 

Di ruang digital, persoalan lain juga muncul: disinformasi, ujaran kebencian, kampanye ilegal, dan berbagai bentuk manipulasi informasi.

Bawaslu mencatat bahwa digitalisasi menghadirkan peluang berupa efisiensi dan transparansi, tetapi sekaligus membawa kerentanan siber, disinformasi, dan kesenjangan literasi digital. 

Karena itu, sistem informasi politik tidak cukup hanya cepat.

Ia juga harus akurat, aman, dapat diaudit, dan bertanggung jawab.

 

๐—ฆ๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—บ ๐—œ๐—ป๐—ณ๐—ผ๐—ฟ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—น๐—ฎ๐˜ ๐—จ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ถ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—น๐—ถ๐—ต

Di sinilah batas etika menjadi sangat penting.

Teknologi dapat membantu organisasi mengelola jadwal, dokumen, kegiatan, anggaran, dan informasi publik.

Tetapi teknologi tidak semestinya digunakan untuk mengeksploitasi data pribadi, menyebarkan informasi palsu, melakukan intimidasi, atau memanipulasi pilihan politik masyarakat.

Kajian Bawaslu mengenai pengawasan kampanye digital juga menempatkan persoalan manipulasi digital sebagai salah satu tantangan terhadap hak pemilih untuk memperoleh informasi yang sahih dan terpercaya. 

Dengan demikian, ukuran keberhasilan sistem informasi politik seharusnya tidak semata-mata berapa banyak orang yang berhasil dipengaruhi.

Ukuran yang lebih mendasar adalah:

Seberapa baik sistem membantu informasi dikelola secara tertib, dapat dipertanggungjawabkan, dan tetap menghormati kebebasan pemilih.

 

๐—Ÿ๐—ฒ๐—ฏ๐—ถ๐—ต ๐—๐—ฎ๐˜‚๐—ต ๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ โ€œ๐—”๐—ฝ๐—น๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ถโ€

Sistem Informasi Pemenangan Legislatif sebaiknya tidak dipahami sebagai sekadar aplikasi yang memiliki banyak menu.

Ia merupakan sebuah ekosistem data.

Di dalamnya terdapat:

Manusia โ†’ Proses โ†’ Data โ†’ Teknologi โ†’ Keamanan โ†’ Aturan โ†’ Akuntabilitas

Jika salah satu unsur tersebut diabaikan, sistem dapat kehilangan manfaatnya.

Aplikasi yang sangat canggih tidak akan banyak membantu jika datanya tidak valid.

Database yang bagus tidak akan berguna jika tidak ada prosedur kerja.

Dashboard yang menarik tidak akan menghasilkan keputusan yang baik jika informasi yang ditampilkan keliru.

Dan sistem yang lengkap sekalipun dapat menjadi masalah jika keamanan serta etika pengelolaan datanya diabaikan.

๐—Ÿ๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐——๐—ถ๐—ด๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—น ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐——๐—ฒ๐—บ๐—ผ๐—ธ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ

Masyarakat juga perlu memahami bahwa teknologi politik bukan sesuatu yang hanya menjadi urusan kandidat atau tim kampanye.

Masyarakat adalah bagian penting dari ekosistem tersebut.

Pemilih perlu memiliki kemampuan untuk:

memeriksa sumber informasi;

membedakan fakta dan opini;

mengenali informasi yang menyesatkan;

memahami rekam jejak kandidat dari sumber yang dapat dipercaya;

menjaga data pribadi;

tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi;

memahami bahwa pilihan politik merupakan hak setiap warga negara.

KPU sendiri menyediakan berbagai data kepemiluan melalui portal Open Data, termasuk data terkait pemilih dan hasil Pemilu. Data tersebut dapat menjadi salah satu rujukan publik untuk memahami proses kepemiluan berdasarkan sumber resmi. 

Pada akhirnya, teknologi yang sehat dalam demokrasi bukan teknologi yang membuat masyarakat kehilangan kendali.

Sebaliknya, teknologi harus membantu masyarakat memiliki lebih banyak informasi untuk membuat keputusan secara sadar dan bebas.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฝ: ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐—ฆ๐—ถ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—บ, ๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ถ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ถ

Era digital membuat pengelolaan kegiatan legislatif semakin bergantung pada data.

Sistem informasi dapat membantu mengubah data yang berantakan menjadi informasi yang terstruktur. GIS dapat membantu memahami dimensi wilayah. Dashboard dapat membantu membaca perkembangan kegiatan. Database dapat menjaga arsip tetap terorganisasi.

Tetapi seluruh teknologi tersebut harus ditempatkan dalam kerangka etika dan aturan kepemiluan.

Sebab demokrasi bukan hanya persoalan siapa yang mendapatkan suara terbanyak.

Demokrasi juga menyangkut bagaimana informasi diperoleh, bagaimana masyarakat membuat keputusan, bagaimana data digunakan, dan bagaimana proses politik dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, masa depan sistem informasi politik seharusnya tidak hanya berbicara tentang teknologi yang semakin pintar.

Ia juga harus berbicara tentang manusia yang semakin sadar dalam menggunakan teknologi.

> Teknologi dapat mengelola data. Tetapi tanggung jawab untuk menggunakan data secara etis tetap berada pada manusia.

๐—–๐—”๐—ง๐—”๐—ง๐—”๐—ก ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—จ๐—Ÿ๐—œ๐—ฆ

Artikel ini disusun sebagai literasi dan edukasi publik mengenai konsep sistem informasi dalam pengelolaan kegiatan pencalonan legislatif, bukan sebagai panduan strategi untuk memengaruhi pilihan politik masyarakat.

Istilah Sistem Informasi Pemenangan Legislatif dalam artikel ini digunakan dalam pengertian teknologi informasi secara umum: pengelolaan data, kegiatan, dokumentasi, administrasi, pelaporan, dan informasi organisasi. Penggunaan sistem dalam praktik nyata tetap harus mengikuti peraturan kepemiluan, perlindungan data, ketentuan kampanye, serta prinsip etika.

๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—˜๐—ฅ ๐—ฅ๐—จ๐—๐—จ๐—ž๐—”๐—ก

1. Komisi Pemilihan Umum (KPU) โ€” Open Data KPU, sumber data kepemiluan resmi. 

2. KPU โ€” Sistem Informasi Kampanye dan Dana Kampanye (Sikadeka). 

3. KPU Electoral Governance Journal โ€” Yulia Sari, Optimalisasi Sistem Informasi Pencalonan (SILON) pada Pelaksanaan Pemilu 2024. 

4. Bawaslu RI โ€” kajian dan pemberitaan mengenai pengawasan kampanye digital, disinformasi, dan tantangan pengawasan berbasis teknologi. 

5. Bawaslu RI โ€” pembahasan perkembangan politik uang melalui sarana digital dan tantangan pembuktiannya. 

6. Bawaslu, Jurnal Keadilan Pemilu โ€” Pentingnya Mengawasi Kampanye Digital. 

pemilu.kawasan.online 

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐——๐—จ๐—ก๐—œ๐—” ๐——๐—”๐—ง๐—”๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—”
Berita ยท 22 September 2026
๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐——๐—จ๐—ก๐—œ๐—” ๐——๐—”๐—ง๐—”๐—ก๐—š ๐—ž๐—˜ ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—”

๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ˆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜”๐˜ข๐˜ญ๐˜ช, ๐˜š๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜—๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜š๐˜ช๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ณ๐˜ข ๐˜“๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ, ๐˜—๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜›๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ช ๐˜š๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข?

Oleh: Redaksi DESA SMART

Ada sesuatu yang menarik sedang berlangsung di sebuah kampus yang berdiri di kaki Olat Maras, Sumbawa. Ketika sebagian besar mahasiswa dari daerah masih memandang kota-kota besar sebagai pusat pendidikan dan tujuan untuk melanjutkan studi, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) justru memperlihatkan arah yang berbeda. Bukan hanya mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia yang datang ke Sumbawa, tetapi juga anak-anak muda dari berbagai negara yang pernah memilih kampus ini sebagai tempat untuk menempuh pendidikan tinggi.

Fenomena tersebut tentu menimbulkan pertanyaan yang menarik. Apa yang membuat seorang anak muda dari Argentina, Iran, Mali, Sudan, Pakistan, Sierra Leone atau Prancis bersedia meninggalkan negaranya dan datang ke sebuah pulau yang secara geografis berada ribuan kilometer dari tempat mereka berasal? Apakah semata-mata karena beasiswa, atau ada sesuatu yang lebih besar yang mereka temukan di Sumbawa?

๐——๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—”๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—” ๐—จ๐—ง๐—”๐—ฅ๐—” ๐—›๐—œ๐—ก๐—š๐—š๐—” ๐——๐—จ๐—ก๐—œ๐—”

Kehadiran mahasiswa dari luar daerah sebenarnya bukan fenomena baru bagi UTS. Sejak masa awal perkembangannya, kampus ini telah berusaha menjaring mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia melalui berbagai program beasiswa. Sumatera Utara termasuk salah satu daerah yang tercatat memiliki mahasiswa penerima Beasiswa Nusantara UTS. Pada 2016, misalnya, penerima Beasiswa Nusantara UTS tercatat berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, termasuk Langkat dan Kisaran.

Pola tersebut memperlihatkan bahwa sejak awal UTS tidak hanya membayangkan dirinya sebagai kampus untuk masyarakat Sumbawa. Ada gagasan untuk membangun sebuah ruang pendidikan yang mempertemukan anak-anak muda dari berbagai latar belakang daerah. Gagasan itu kemudian berkembang lebih jauh ketika UTS mulai membuka kesempatan kepada mahasiswa dari luar Indonesia.

๐—•๐—˜๐—”๐—ฆ๐—œ๐—ฆ๐—ช๐—” ๐— ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐——๐—œ ๐—๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ก ๐— ๐—˜๐—ก๐—จ๐—๐—จ ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—”

Salah satu faktor penting yang membuat mahasiswa asing tertarik datang adalah program beasiswa. Melalui Global Ambassador Scholarship atau U-GAS, UTS berusaha membuka akses pendidikan bagi calon mahasiswa internasional. Pada 2020, program tersebut mendapat perhatian besar karena UTS mencatat ribuan calon mahasiswa dari sekitar 80 negara.

Tentu saja jumlah pendaftar tidak sama dengan jumlah mahasiswa yang akhirnya datang ke Sumbawa. Setelah melalui proses seleksi, hanya sebagian yang kemudian memperoleh beasiswa dan menjadi mahasiswa UTS. Namun angka tersebut menunjukkan sesuatu yang penting: nama Sumbawa ternyata dapat menjangkau calon mahasiswa yang berada sangat jauh di luar Indonesia.

Bagi seorang calon mahasiswa dari Afrika, Eropa atau Amerika Latin, beasiswa bukan sekadar persoalan pengurangan biaya pendidikan. Beasiswa dapat menjadi pintu yang memungkinkan mereka mencoba pengalaman yang sebelumnya mungkin tidak pernah mereka bayangkan. Dari sinilah perjalanan mereka menuju Sumbawa dimulai.

๐——๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—”๐—ฅ๐—š๐—˜๐—ก๐—ง๐—œ๐—ก๐—”, ๐— ๐—”๐—จ๐—ฅ๐—ข ๐— ๐—˜๐—ก๐—˜๐— ๐—จ๐—ž๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—”

Salah satu kisah paling menarik datang dari Argentina. Namanya Mauro Nicolas Scabuzzo, mahasiswa yang datang ke Indonesia dan menempuh pendidikan Magister Manajemen dan Inovasi di UTS melalui program Global Ambassador Scholarship. Namun pengalaman Mauro di Sumbawa ternyata berkembang jauh melampaui kegiatan akademik di ruang kuliah.

Ia mulai mengenal kehidupan masyarakat dan kebudayaan Sumbawa. Berbagai tradisi seperti Barapan Kebo, musik, tari, tradisi perkawinan dan kerajinan pandai besi Desa Talwa kemudian menjadi bagian dari pengetahuannya tentang Sumbawa. Bahkan, pengalaman tersebut kemudian ia bawa kembali ke Argentina dan diperkenalkan dalam kegiatan kebudayaan.

Mauro tercatat sebagai mahasiswa asing pertama yang diwisuda UTS pada 2022. Kisahnya menjadi menarik karena hubungan dengan Sumbawa tidak berhenti ketika pendidikan selesai. Seorang mahasiswa yang awalnya datang sebagai orang asing kemudian membawa cerita tentang Sumbawa kembali ke negara asalnya.

Dalam konteks hubungan antarbudaya, pengalaman seperti ini memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar keberhasilan seorang mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Pengalaman Mauro memperlihatkan bagaimana seorang mahasiswa internasional dapat menjadi penghubung pengalaman budaya antara Sumbawa dan negara asalnya, Argentina.

๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐— ๐—จ๐—ฆ๐—œ๐—ž ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—ฆ๐—œ๐—” ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ง๐—˜๐— ๐—จ ๐—•๐—จ๐——๐—”๐—ฌ๐—” ๐—ฆ๐—”๐— ๐—”๐—ช๐—”

Dari Iran datang Shafie Noubakht. Ia bukan hanya dikenal sebagai mahasiswa internasional, tetapi juga membawa kekayaan budaya negaranya ke lingkungan kampus. Shafie memainkan daf, alat musik tradisional Persia, dan memperkenalkan musik tersebut dalam berbagai kegiatan yang melibatkan mahasiswa internasional.

Yang menarik, musik Persia kemudian bertemu dengan tradisi musik Sumbawa. Shafie pernah terlibat dalam kegiatan bersama kelompok Sakeco Cinde Bulaeng. Perjumpaan tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa internasional dapat menjadi bagian dari proses pertukaran kebudayaan yang hidup, bukan sekadar simbol keberagaman di lingkungan kampus.

Shafie kemudian menyelesaikan pendidikannya dan termasuk mahasiswa internasional yang diwisuda UTS pada 2024. Dari seorang mahasiswa yang datang dari Iran, ia kemudian menjadi bagian dari cerita hubungan budaya antara Sumbawa dan dunia internasional.

๐——๐—”๐—ฅ๐—œ ๐— ๐—”๐—Ÿ๐—œ ๐—ž๐—˜ ๐—ฃ๐—จ๐—Ÿ๐—”๐—จ ๐— ๐—ข๐—ฌ๐—ข

Kisah lainnya datang dari Tidiane Guindo, mahasiswa asal Mali yang mengambil Ekonomi Pembangunan. Perjalanannya di UTS menjadi menarik karena ia tidak hanya belajar teori pembangunan di dalam kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melihat kehidupan masyarakat secara langsung melalui pengalaman belajar di luar kampus.

Tidiane pernah tinggal selama satu semester di Pulau Moyo. Bagi seorang mahasiswa Ekonomi Pembangunan, pengalaman tersebut memberikan ruang untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat berinteraksi dengan lingkungan, sumber daya alam dan berbagai persoalan pembangunan. Teori yang dipelajari di bangku kuliah kemudian bertemu dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Ia juga mengikuti program mobilitas akademik di Universitas Mataram. Pada 2024, Tidiane termasuk mahasiswa internasional yang menyelesaikan pendidikan dan diwisuda UTS. Kisahnya memperlihatkan bahwa lingkungan sekitar kampus dapat menjadi bagian dari proses pendidikan itu sendiri.

๐——๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—ฆ๐—จ๐——๐—”๐—ก, ๐—•๐—˜๐—Ÿ๐—”๐—๐—”๐—ฅ ๐—ง๐—˜๐—ž๐—ก๐—ข๐—Ÿ๐—ข๐—š๐—œ ๐——๐—œ ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—”

Dari Sudan terdapat Mohamed Almogtaba Abdelrahman Yousif Ibrahim yang mengambil Teknik Mesin. Ia tiba di Sumbawa pada 2022 dan menjadi bagian dari mahasiswa internasional yang memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan masyarakat lokal.

Pengalaman di Pulau Moyo menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan tersebut. Bagi mahasiswa teknik, kehidupan masyarakat memberikan perspektif bahwa teknologi pada akhirnya tidak berdiri sendiri. Teknologi harus berhubungan dengan kebutuhan manusia, kondisi lingkungan dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Untuk status terakhir Almogtaba, sumber publik yang tersedia belum cukup kuat untuk memastikan apakah ia telah menjadi alumni. Karena itu, lebih tepat menyebutnya sebagai mahasiswa internasional yang pernah belajar di UTS daripada memastikan status kelulusannya tanpa bukti yang memadai.

๐—ฆ๐—œ๐—˜๐—ฅ๐—ฅ๐—” ๐—Ÿ๐—˜๐—ข๐—ก๐—˜ ๐——๐—”๐—ก ๐——๐—จ๐—ก๐—œ๐—” ๐—œ๐—ก๐—™๐—ข๐—ฅ๐— ๐—”๐—ง๐—œ๐—ž๐—”

Dari Sierra Leone terdapat David Tamba Ndomaina yang mengambil Informatika. Ia juga menjadi bagian dari program mobilitas akademik mahasiswa internasional UTS. Pada 2022, David bersama mahasiswa dari beberapa negara lain mengikuti kegiatan akademik di Universitas Multimedia Nusantara.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa internasional UTS tidak hanya bergerak dari negara asal menuju Sumbawa. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal perguruan tinggi lain di Indonesia, memperluas jaringan dan memperoleh pengalaman akademik di luar kampus asal.

David kemudian tercatat sebagai bagian dari mahasiswa internasional UTS yang mengikuti pengalaman mobilitas akademik di perguruan tinggi lain di Indonesia. Perjalanannya menjadi contoh bagaimana mahasiswa dari negara Afrika Barat dapat memperoleh pendidikan di Sumbawa sekaligus mengikuti pengalaman akademik lintas perguruan tinggi di Indonesia.

๐—ฃ๐—”๐—ž๐—œ๐—ฆ๐—ง๐—”๐—ก ๐——๐—”๐—ก ๐—ฃ๐—ฅ๐—”๐—ก๐—–๐—œ๐—ฆ ๐——๐—œ ๐—ž๐—”๐— ๐—ฃ๐—จ๐—ฆ ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—”

Ada pula Arsalan Ahmad dari Pakistan dan Emma Muhidinne dari Prancis. Keduanya menempuh pendidikan magister di UTS dan kemudian termasuk mahasiswa internasional yang menyelesaikan pendidikan serta mengikuti wisuda pada 2024.

Arsalan memiliki pengalaman akademik yang menarik karena terlibat dalam kajian yang membandingkan inovasi dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia dan Pakistan. Perbedaan dua negara justru menjadi sumber perspektif akademik yang dapat memperkaya penelitian.

Kehadiran Emma dari Prancis juga memperlihatkan bahwa jangkauan internasional UTS tidak hanya datang dari negara-negara Asia dan Afrika. Mahasiswa dari Eropa pun pernah memilih Sumbawa sebagai tempat untuk menempuh pendidikan tinggi.

๐—•๐—จ๐—ž๐—”๐—ก ๐—›๐—”๐—ก๐—ฌ๐—” ๐—ฆ๐—”๐—ง๐—จ ๐—”๐—ง๐—”๐—จ ๐——๐—จ๐—” ๐—ก๐—˜๐—š๐—”๐—ฅ๐—”

Dalam berbagai publikasi UTS, mahasiswa internasional pernah disebut berasal dari Argentina, Maroko, Yaman, Iran, Belarus, Pakistan, Palestina, Sierra Leone, Mali, Zimbabwe, Sudan, Prancis dan sejumlah negara lainnya. Pada 2023, UTS menyampaikan bahwa terdapat 19 mahasiswa asing yang berasal dari 16 negara.

Angka tersebut tentu perlu dibaca berdasarkan konteks tahun akademik. Jumlah mahasiswa asing dapat berubah karena adanya mahasiswa baru, mahasiswa yang lulus maupun mahasiswa yang menyelesaikan masa studinya. Karena itu, angka dari tahun yang berbeda tidak dapat begitu saja dijumlahkan sebagai jumlah keseluruhan mahasiswa internasional sepanjang sejarah UTS.

Namun satu hal cukup jelas: lingkungan akademik UTS pernah menjadi ruang pertemuan mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

๐—ž๐—”๐— ๐—ฃ๐—จ๐—ฆ ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐— ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐——๐—œ ๐— ๐—œ๐—ก๐—œ๐—”๐—ง๐—จ๐—ฅ ๐——๐—จ๐—ก๐—œ๐—”

Bayangkan sebuah ruang kelas di Sumbawa. Di dalamnya dapat bertemu mahasiswa dari Sumbawa, Sumatera Utara, Jawa atau daerah lain di Indonesia bersama mahasiswa yang lahir dan tumbuh di Afrika, Asia, Eropa atau Amerika Latin. Mereka mungkin menggunakan bahasa yang berbeda, memiliki kebiasaan berbeda dan membawa pengalaman kehidupan yang berbeda, tetapi semuanya duduk dalam ruang akademik yang sama.

Situasi seperti itu memberikan pengalaman pendidikan yang tidak selalu bisa diperoleh hanya dari buku. Mahasiswa belajar memahami cara berpikir orang lain, berkomunikasi dengan latar budaya yang berbeda dan beradaptasi terhadap lingkungan baru. Mahasiswa asing pun mengalami hal yang sama ketika mereka mencoba memahami masyarakat dan kebudayaan Indonesia.

Dengan demikian, internasionalisasi kampus bukan hanya tentang mendatangkan mahasiswa asing. Mahasiswa asing juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi mahasiswa Indonesia.

๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—” ๐—ฆ๐—˜๐—•๐—”๐—š๐—”๐—œ ๐—ฅ๐—จ๐—”๐—ก๐—š ๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—๐—จ๐— ๐—ฃ๐—”๐—”๐—ก ๐—•๐—จ๐——๐—”๐—ฌ๐—”

Kisah Mauro, Shafie dan Tidiane memperlihatkan bahwa hubungan internasional dapat terjadi melalui pengalaman yang sangat sederhana. Seorang mahasiswa Argentina mengenal Barapan Kebo dan kemudian memperkenalkannya di Argentina. Seorang mahasiswa Iran memainkan musik Persia dan kemudian berinteraksi dengan seniman Sumbawa. Seorang mahasiswa Mali belajar tentang pembangunan melalui pengalaman hidup di Pulau Moyo.

Tidak ada satu pun dari pengalaman tersebut yang hanya berbicara mengenai teori. Semuanya merupakan perjumpaan antara manusia, lingkungan dan kebudayaan. Di situlah pendidikan memperoleh dimensi yang lebih luas.

Sumbawa tidak hanya menjadi tempat mereka belajar tentang Indonesia. Sumbawa juga menjadi tempat mereka mengalami Indonesia secara langsung.

๐——๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—”, ๐——๐—จ๐—ก๐—œ๐—” ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐—Ÿ๐—”๐—š๐—œ ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ฆ๐—” ๐—๐—”๐—จ๐—›

Ada satu pelajaran penting dari perjalanan mahasiswa internasional tersebut. Selama ini jarak sering dianggap sebagai kelemahan daerah. Sumbawa berada jauh dari pusat pemerintahan, pusat ekonomi dan kota-kota pendidikan utama Indonesia. Tetapi kehadiran mahasiswa internasional memperlihatkan bahwa jarak tidak selalu menentukan seberapa jauh sebuah daerah dapat berhubungan dengan dunia.

Sebuah kampus tidak harus berada di Jakarta, Bandung atau Yogyakarta untuk membangun jejaring internasional. Dengan program yang tepat, lingkungan akademik yang terbuka dan kesempatan pendidikan yang menarik, sebuah perguruan tinggi di daerah pun dapat menjadi titik pertemuan dunia.

Dalam konteks itulah UTS menjadi menarik untuk dikaji. Bukan karena harus dibandingkan secara langsung dengan universitas besar lainnya, tetapi karena ia memperlihatkan bagaimana sebuah perguruan tinggi daerah mencoba membangun identitas yang lebih luas melalui pendidikan, beasiswa, mobilitas mahasiswa dan hubungan internasional.

๐—”๐—ฃ๐—” ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐— ๐—˜๐—ฅ๐—˜๐—ž๐—” ๐—•๐—”๐—ช๐—” ๐—ฃ๐—จ๐—Ÿ๐—”๐—ก๐—š?

Ketika mahasiswa internasional menyelesaikan pendidikannya, mereka tentu membawa pulang ijazah. Tetapi ada sesuatu yang jauh lebih sulit diukur: pengalaman hidup selama berada di Sumbawa.

Mereka membawa cerita tentang masyarakat yang mereka kenal, makanan yang mereka rasakan, teman-teman yang mereka temui, bahasa yang mereka dengar dan kebudayaan yang mereka pelajari. Ketika cerita tersebut dibawa pulang ke Argentina, Iran, Mali, Sudan, Pakistan, Sierra Leone, Prancis atau negara lainnya, Sumbawa ikut berjalan bersama mereka.

Dalam pengertian inilah mahasiswa internasional dapat menjadi semacam duta informal Sumbawa. Mereka tidak diberi jabatan resmi untuk mempromosikan daerah, tetapi pengalaman mereka sendiri membuat mereka memiliki cerita tentang Sumbawa yang suatu saat dapat mereka bagikan kepada dunia.

๐——๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—ž๐—”๐—ž๐—œ ๐—ข๐—Ÿ๐—”๐—ง ๐— ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ฆ ๐— ๐—˜๐—ก๐—จ๐—๐—จ ๐——๐—จ๐—ก๐—œ๐—”

Pada akhirnya, kisah mahasiswa internasional UTS bukan sekadar cerita tentang berapa banyak mahasiswa asing yang pernah datang ke Sumbawa. Di balik angka-angka tersebut terdapat manusia dengan perjalanan hidup masing-masing. Ada yang datang dari Argentina, membawa pulang cerita tentang kebudayaan Sumbawa. Ada yang datang dari Iran dan mempertemukan musik Persia dengan tradisi Samawa. Ada yang datang dari Mali dan belajar pembangunan melalui pengalaman di Pulau Moyo.

Ada pula mahasiswa dari Sudan, Sierra Leone, Pakistan, Prancis, Belarus, Yaman, Palestina, Maroko, Zimbabwe dan negara lainnya yang pernah menjadi bagian dari perjalanan internasional UTS. Sebagian telah menyelesaikan pendidikan dan menjadi alumni, sementara untuk sebagian lainnya dokumentasi publik belum cukup untuk memastikan status terakhir mereka.

Mereka datang dengan bahasa dan kebudayaan yang berbeda, tetapi memiliki satu tujuan yang sama: belajar dan mencari pengalaman baru.

Dan mungkin di situlah makna paling menarik dari perjalanan mereka.

Sumbawa tidak harus menjadi pusat dunia untuk terhubung dengan dunia. Sebuah kampus di daerah pun dapat membuka pintu, mengundang dunia datang, lalu memperkenalkan Sumbawa kepada mereka.

Dari kaki Olat Maras, dunia ternyata tidak sejauh yang kita bayangkan.

Karena ketika pendidikan membuka pintu, ribuan kilometer bukan lagi sekadar jarak. Ia berubah menjadi jembatan.

๐—–๐—”๐—ง๐—”๐—ง๐—”๐—ก ๐—ฅ๐—˜๐——๐—”๐—ž๐—ฆ๐—œ

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membesar-besarkan atau mempromosikan institusi tertentu. Desa Smart berusaha menelusuri sebuah fenomena berdasarkan informasi yang tersedia untuk publik, kemudian menyusunnya dalam bentuk tulisan yang lebih mudah dibaca.

Nama, negara asal, program studi, program beasiswa, pengalaman mahasiswa, jumlah mahasiswa maupun tahun kejadian kami tempatkan berdasarkan sumber yang dapat ditelusuri. Data dari tahun yang berbeda juga tidak kami perlakukan sebagai satu angka kumulatif.

Sementara itu, beberapa bagian dalam tulisan merupakan konteks dan refleksi redaksional untuk membantu pembaca memahami makna dari fakta yang disajikan. Karena itu, pembaca sangat terbuka untuk memberikan koreksi apabila menemukan data atau sumber yang lebih kuat.

Bagi Desa Smart, kritik bukan persoalan untuk dibantah, tetapi bagian dari proses memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap dapat dipertanggungjawabkan.

๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—˜๐—ฅ ๐—ฅ๐—จ๐—๐—จ๐—ž๐—”๐—ก

1. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) โ€” Fantastis, Tahun Ini 2.740 Calon Mahasiswa Asing dari 80 Negara Daftar ke UTS.

2. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) โ€” UTS Gelar GAS in RESPEK International untuk 23 Mahasiswa Asing dari 23 Negara.

3. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) โ€” UTS-GAS, Program Inovasi untuk Mahasiswa Asing di Universitas Teknologi Sumbawa.

4. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) โ€” More International Students Choose to Build Their Future at UTS.

5. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) โ€” Publikasi mengenai perkembangan mahasiswa internasional dan prestasi UTS.

6. Samawarea โ€” Jumlah Mahasiswa UTS Meningkat, Capai 5.000 Orang Tahun 2024.

Catatan: sumber rujukan digunakan sebagai bahan penelusuran informasi. Data mengenai mahasiswa, jumlah mahasiswa asing, status studi dan alumni merujuk pada informasi yang tersedia pada periode sumber diterbitkan dan dapat mengalami perubahan.

#UniversitasTeknologiSumbawa #UTS #Sumbawa #MahasiswaInternasional #PendidikanTinggi #Beasiswa #PendidikanIndonesia #NTB #Sumbawa

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐—๐—จ๐——๐—œ ๐—ข๐—ก๐—Ÿ๐—œ๐—ก๐—˜ ๐— ๐—˜๐—ฅ๐—”๐— ๐—•๐—”๐—› ๐—ช๐—˜๐—•๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐—ฃ๐—˜๐— ๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—ง๐—”๐—›
Berita ยท 21 September 2026
๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐—๐—จ๐——๐—œ ๐—ข๐—ก๐—Ÿ๐—œ๐—ก๐—˜ ๐— ๐—˜๐—ฅ๐—”๐— ๐—•๐—”๐—› ๐—ช๐—˜๐—•๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐—ฃ๐—˜๐— ๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—ง๐—”๐—›

๐˜‹๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข: ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ โ€œ๐˜ด๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ต ๐˜จ๐˜ข๐˜ค๐˜ฐ๐˜ณโ€?

Oleh: Redaksi DESA SMART

๐—•๐—จ๐—ž๐—”๐—ก ๐—ช๐—˜๐—•๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐—๐—จ๐——๐—œ, ๐—ง๐—˜๐—ง๐—”๐—ฃ๐—œ ๐——๐—œ๐—๐—”๐——๐—œ๐—ž๐—”๐—ก ๐— ๐—˜๐——๐—œ๐—” ๐—ฃ๐—ฅ๐—ข๐— ๐—ข๐—ฆ๐—œ

Ketika seseorang menemukan tulisan โ€œslot gacorโ€, โ€œjudi onlineโ€, atau tautan perjudian pada sebuah situs pemerintah, kesan pertama yang muncul bisa sangat sederhana: seolah-olah website tersebut memang menyediakan atau mempromosikan perjudian.

Namun secara teknis, kesimpulan tersebut tidak selalu benar.

Sebuah website pemerintah dapat menjadi sasaran penyusupan, web defacement, spam SEO, atau pemasangan halaman dan tautan tanpa sepengetahuan pengelolanya.

Karena itu, keberadaan konten perjudian pada domain resmi pemerintah perlu dibaca sebagai indikator keamanan digital yang harus diperiksa, bukan otomatis sebagai bukti bahwa instansi atau pemerintah desa tersebut terlibat.

๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ฃ๐—” ๐——๐—ข๐— ๐—”๐—œ๐—ก ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐— ๐—œ ๐——๐—œ๐—ก๐—œ๐—Ÿ๐—”๐—œ ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—›๐—”๐—ฅ๐—š๐—”?

Dalam ekosistem internet, sebuah domain bukan hanya alamat.

Domain juga membawa reputasi, kepercayaan, dan jejak digital.

Website pemerintah, lembaga pendidikan, maupun pemerintah desa biasanya memiliki domain resmi dan telah dikenal oleh mesin pencari. Karena itu, ketika halaman atau tautan perjudian berhasil masuk ke dalam sebuah website, pelaku dapat berusaha memanfaatkan reputasi domain tersebut untuk mendapatkan perhatian dari mesin pencari.

Di sinilah persoalannya berubah.

Yang diserang bukan hanya website.

Kepercayaan publik terhadap sebuah domain juga ikut dipertaruhkan.

๐—™๐—˜๐—ก๐—ข๐— ๐—˜๐—ก๐—” โ€œ๐—ฆ๐—Ÿ๐—ข๐—ง ๐—š๐—”๐—–๐—ข๐—ฅโ€ ๐——๐—œ ๐—ช๐—˜๐—•๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐— ๐—œ

Istilah โ€œslot gacorโ€ sangat populer dalam promosi perjudian online.

Dalam konteks keamanan website, istilah tersebut dapat muncul dalam bentuk halaman tersembunyi, artikel palsu, tautan, atau konten yang sengaja dibuat agar dapat ditemukan melalui mesin pencari.

Bentuknya bisa sangat berbeda dari tampilan utama website.

Bahkan pemilik atau pengelola website dapat saja tidak menyadari bahwa terdapat halaman tertentu yang telah disisipkan atau dibuat secara tidak sah.

Karena itu, pemeriksaan website tidak cukup hanya dengan membuka halaman depannya.

๐—•๐—ฆ๐—ฆ๐—ก: ๐—ช๐—˜๐—• ๐——๐—˜๐—™๐—”๐—–๐—˜๐— ๐—˜๐—ก๐—ง ๐—•๐—จ๐—ž๐—”๐—ก ๐—™๐—˜๐—ก๐—ข๐— ๐—˜๐—ก๐—” ๐—•๐—”๐—ฅ๐—จ

Dokumentasi keamanan siber pemerintah menunjukkan bahwa web defacement dan penyisipan konten perjudian memang pernah menyasar website pemerintah dan lembaga pendidikan.

Dalam laporan yang dikutip dari ekosistem CSIRT pemerintah, pada 2024 terdapat 78 kasus web defacement yang diberitahukan. Sekitar 87 persen di antaranya terjadi pada bagian tersembunyi website, sementara sekitar 13 persen ditemukan pada halaman utama.

Data tersebut menunjukkan satu hal penting:

Website dapat terlihat normal dari halaman depan, sementara bagian lain di dalamnya telah disusupi.

๐—ช๐—˜๐—•๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐——๐—˜๐—ฆ๐—” ๐—๐—จ๐—š๐—” ๐— ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐——๐—œ ๐—ฆ๐—”๐—ฆ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก

Persoalan ini tidak berhenti pada kementerian atau pemerintah daerah.

Pada 2025, Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintahan Digital juga mengingatkan bahwa website desa dengan domain ".desa.id" mulai menjadi sasaran penyisipan konten perjudian.

Dalam periode 1โ€“24 Agustus 2025, tercatat 267 email notifikasi terkait indikasi penyalahgunaan website desa. Pada periode 18โ€“24 Agustus 2025, terdeteksi 368 URL aktif yang berkaitan dengan konten tersebut.

Angka itu tidak berarti seluruh website desa tersebut dikelola untuk perjudian.

Sebaliknya, data tersebut memperlihatkan bahwa domain desa juga menjadi bagian dari ruang yang perlu dilindungi dalam keamanan digital pemerintahan.

๐—–๐—ข๐—ก๐—ง๐—ข๐—› ๐——๐—œ ๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—”๐—ช๐—”: ๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐——๐—ข๐— ๐—”๐—œ๐—ก ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐— ๐—œ ๐— ๐—˜๐—ก๐—”๐— ๐—ฃ๐—œ๐—Ÿ๐—ž๐—”๐—ก ๐—ž๐—ข๐—ก๐—ง๐—˜๐—ก ๐—๐—จ๐——๐—œ

Dalam penelusuran terhadap sejumlah domain desa di Sumbawa, ditemukan pula halaman yang terindeks mesin pencari pada domain resmi Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, yang memuat konten berkaitan dengan judi online.

Temuan tersebut penting dicatat dengan hati-hati.

Keberadaan halaman tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa Pemerintah Desa Brang Kolong mempromosikan judi online.

Sebaliknya, temuan tersebut justru layak diperlakukan sebagai indikator yang perlu diverifikasi oleh pengelola website, termasuk melalui pemeriksaan keamanan dan jejak perubahan pada sistem.

Inilah perbedaan penting antara menemukan konten dan menuduh pengelola website sebagai pihak yang membuat konten tersebut.

๐——๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—จ๐—ฆ ๐—š๐—”๐—–๐—ข๐—ฅ ๐—ž๐—˜ ๐—ฆ๐—ง๐—ฅ๐—”๐—ง๐—˜๐—š๐—œ ๐—ง๐—ฅ๐—”๐—™๐—œ๐—ž

Mengapa konten perjudian ditempatkan pada domain yang bukan milik situs perjudian?

Salah satu jawabannya berkaitan dengan traffic dan optimasi mesin pencari.

Jaringan perjudian online membutuhkan pengguna.

Pengguna dapat dicari melalui media sosial, iklan, mesin pencari, spam, maupun berbagai jalur digital lainnya.

Ketika sebuah halaman perjudian muncul pada domain yang memiliki reputasi baik, halaman tersebut berpotensi memperoleh perhatian dari mesin pencari atau pengguna yang melakukan pencarian.

Dengan demikian, website pemerintah yang telah disusupi dapat berubah menjadi semacam papan iklan tersembunyi.

Bukan karena pemerintah memasang iklan tersebut, tetapi karena infrastruktur digitalnya telah disalahgunakan.

๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—จ๐—ฆ ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐— ๐—œ ๐— ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐——๐—œ ๐—•๐—”๐—š๐—œ๐—”๐—ก ๐——๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—˜๐—ž๐—ข๐—ฆ๐—œ๐—ฆ๐—ง๐—˜๐— 

Pada titik ini, persoalan judi online tidak lagi sekadar soal website perjudian.

Ekosistemnya jauh lebih luas.

Ada promosi.

Ada pencarian.

Ada media sosial.

Ada akun palsu dan bot.

Ada pembayaran.

Ada rekening penampung.

Ada lalu lintas pengguna.

Dan ketika website resmi pemerintah disusupi, infrastruktur publik pun berpotensi ikut dimanfaatkan.

Karena itu, pemberantasan perjudian online tidak cukup hanya dengan memblokir alamat website perjudian.

Ruang digital yang digunakan untuk mendatangkan pengguna juga perlu diamankan.

๐—ฅ๐—œ๐—ฆ๐—œ๐—ž๐—ข ๐—•๐—”๐—š๐—œ ๐—ฃ๐—˜๐— ๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—ง๐—”๐—› ๐——๐—”๐—ก ๐— ๐—”๐—ฆ๐—ฌ๐—”๐—ฅ๐—”๐—ž๐—”๐—ง

Penyisipan konten perjudian pada website resmi memiliki beberapa risiko.

Pertama, merusak kepercayaan publik.

Masyarakat dapat mengira bahwa konten tersebut memang dibuat atau dibiarkan oleh instansi yang bersangkutan.

Kedua, merusak reputasi domain.

Konten spam yang terus muncul dapat memengaruhi kualitas dan reputasi sebuah website di mesin pencari.

Ketiga, membahayakan pengunjung.

Tautan yang disisipkan dapat mengarahkan pengguna ke situs yang tidak seharusnya mereka kunjungi.

Keempat, menunjukkan adanya persoalan keamanan yang perlu ditangani.

Menghapus satu halaman perjudian saja belum tentu menyelesaikan masalah apabila sumber penyusupannya belum ditemukan.

๐—”๐—ฃ๐—” ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—š๐—˜๐—Ÿ๐—ข๐—Ÿ๐—” ๐—ช๐—˜๐—•๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐—ฃ๐—˜๐— ๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—ง๐—”๐—› ๐——๐—”๐—ฃ๐—”๐—ง ๐—Ÿ๐—”๐—ž๐—จ๐—ž๐—”๐—ก?

Langkah awal yang dapat dilakukan bersifat defensif dan administratif.

Pengelola perlu memastikan CMS, plugin, tema, dan komponen website selalu diperbarui.

Akun administrator juga perlu menggunakan kata sandi kuat dan tidak dibagikan kepada banyak orang.

Selain itu, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap akun pengguna yang tidak dikenal, halaman atau artikel asing, tautan yang tidak pernah dibuat oleh pengelola, serta perubahan file yang mencurigakan.

Pencadangan berkala juga penting agar website memiliki titik pemulihan apabila terjadi gangguan.

Dan yang tidak kalah penting:

jangan hanya menghapus halaman perjudian yang terlihat. Cari juga penyebab bagaimana halaman tersebut bisa muncul.

๐——๐—œ๐—š๐—œ๐—ง๐—”๐—Ÿ๐—œ๐—ฆ๐—”๐—ฆ๐—œ ๐——๐—˜๐—ฆ๐—” ๐—›๐—”๐—ฅ๐—จ๐—ฆ ๐——๐—œ๐—œ๐—ž๐—จ๐—ง๐—œ ๐—ž๐—˜๐—”๐— ๐—”๐—ก๐—”๐—ก

Website desa merupakan bagian dari wajah digital pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Karena itu, ketika desa mulai memiliki website, persoalannya bukan lagi sekadar โ€œpunya websiteโ€.

Pertanyaan berikutnya adalah:

Apakah website tersebut diperbarui?

Siapa yang mengelolanya?

Apakah akun administratornya aman?

Apakah sistemnya memiliki cadangan?

Apakah halaman yang muncul di mesin pencari benar-benar dibuat oleh pemerintah desa?

Dan apakah ada mekanisme pemeriksaan ketika muncul konten yang tidak dikenal?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi semakin penting ketika website desa digunakan sebagai pusat informasi publik.

๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—œ๐—ž๐—จ๐—ง๐—œ ๐—๐—˜๐—๐—”๐—ž ๐—จ๐—”๐—ก๐—š ๐——๐—”๐—ก ๐— ๐—˜๐—ก๐—š๐—œ๐—ž๐—จ๐—ง๐—œ ๐—๐—˜๐—๐—”๐—ž ๐——๐—œ๐—š๐—œ๐—ง๐—”๐—Ÿ

Jika dalam pemberantasan judi online dikenal pendekatan follow the money, maka dalam keamanan digital kita juga perlu mengenal pendekatan follow the digital trace.

Dari mana halaman itu muncul?

Kapan dibuat?

Siapa yang memiliki akses?

Apa yang berubah?

Bagaimana halaman tersebut dapat terindeks?

Apakah ada akun yang tidak dikenal?

Apakah terdapat tautan atau konten lain yang serupa?

Pertanyaan tersebut membantu membedakan antara kesalahan pengelolaan, spam, dan kemungkinan kompromi sistem.

๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—ž๐—” ๐—ช๐—˜๐—•๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—˜ ๐—ฃ๐—˜๐— ๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—ง๐—”๐—› ๐——๐—œ๐—๐—”๐——๐—œ๐—ž๐—”๐—ก ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ง ๐—ฃ๐—ฅ๐—ข๐— ๐—ข๐—ฆ๐—œ

Dari semua temuan tersebut, ada satu pelajaran penting.

Perang melawan judi online tidak hanya berlangsung di situs judi.

Ia juga berlangsung di ruang pencarian, media sosial, sistem pembayaran, dan bahkan pada keamanan website resmi.

Domain pemerintah dan desa memiliki nilai kepercayaan yang tinggi.

Ketika kepercayaan itu disalahgunakan untuk menampilkan konten perjudian, persoalannya bukan hanya tentang satu halaman yang salah.

Ini adalah persoalan keamanan infrastruktur informasi publik.

๐—–๐—”๐—ง๐—”๐—ง๐—”๐—ก ๐—ฅ๐—˜๐——๐—”๐—ž๐—ฆ๐—œ

Redaksi Desa Smart menekankan bahwa ditemukannya konten perjudian pada sebuah domain pemerintah atau desa tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan pemerintah atau pengelola website.

Untuk menentukan penyebabnya diperlukan pemeriksaan teknis, termasuk pemeriksaan log, akun pengguna, perubahan file, basis data, serta jejak akses.

Karena itu, setiap temuan semacam ini sebaiknya digunakan sebagai bahan kewaspadaan dan literasi keamanan digital, bukan sebagai dasar tuduhan tanpa verifikasi.

Bagi pemerintah daerah maupun pemerintah desa, persoalan ini juga menjadi pengingat bahwa digitalisasi pelayanan publik harus berjalan bersama dengan peningkatan keamanan siber.

๐—ฆ๐—จ๐— ๐—•๐—˜๐—ฅ ๐—ฅ๐—จ๐—๐—จ๐—ž๐—”๐—ก

โ€ข Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), informasi mengenai pemberantasan judi online, spam, dan penyalahgunaan ruang digital.

โ€ข Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintahan Digital / domain.go.id, informasi mengenai penyalahgunaan domain pemerintah dan ".desa.id".

โ€ข BSSN dan CSIRT pemerintah daerah, dokumentasi mengenai web defacement dan penyisipan konten judi online pada website pemerintah.

โ€ข Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Diskominfotik, informasi mengenai temuan penyisipan konten judi pada website desa.

โ€ข Hasil penelusuran mesin pencari terhadap domain resmi Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, sebagai contoh temuan yang memerlukan verifikasi teknis lebih lanjut.

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
๐’๐„๐‰๐€๐”๐‡ ๐Œ๐€๐๐€ ๐ƒ๐„๐’๐€ ๐ƒ๐ˆ ๐๐“๐ ๐“๐„๐‘๐‡๐”๐๐”๐๐† ๐’๐„๐‚๐€๐‘๐€ ๐ƒ๐ˆ๐†๐ˆ๐“๐€๐‹?
Berita ยท 14 September 2026
๐’๐„๐‰๐€๐”๐‡ ๐Œ๐€๐๐€ ๐ƒ๐„๐’๐€ ๐ƒ๐ˆ ๐๐“๐ ๐“๐„๐‘๐‡๐”๐๐”๐๐† ๐’๐„๐‚๐€๐‘๐€ ๐ƒ๐ˆ๐†๐ˆ๐“๐€๐‹?

493 WEBSITE DESA/KELURAHAN TERPANTAU

Sumber Rujukan https://pantau.desasmart.id/public/statistik_opensid.php

Digitalisasi desa semakin menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan informasi kepada masyarakat. Website desa bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi dapat menjadi salah satu pintu utama masyarakat untuk memperoleh informasi tentang desa, pemerintahan, pelayanan, kegiatan, hingga potensi wilayah.

Hingga 8 September 2026, monitoring Desa Smart mencatat sebanyak 493 website desa/kelurahan yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun, angka 493 tersebut bukan sekadar angka jumlah website. Di baliknya terdapat gambaran menarik mengenai sejauh mana website desa benar-benar aktif dan dimanfaatkan.

๐ƒ๐ˆ๐†๐ˆ๐“๐€๐‹๐ˆ๐’๐€๐’๐ˆ ๐ƒ๐„๐’๐€ ๐๐”๐Š๐€๐ ๐’๐„๐Š๐€๐ƒ๐€๐‘ ๐Œ๐„๐Œ๐ˆ๐‹๐ˆ๐Š๐ˆ ๐–๐„๐๐’๐ˆ๐“๐„

Memiliki alamat website belum tentu berarti sebuah desa telah menjalankan digitalisasi secara optimal.

Website yang aktif, dapat diakses masyarakat, memiliki informasi yang diperbarui, serta didukung oleh sistem dan fitur yang memadai akan memiliki nilai lebih dibandingkan website yang hanya tersedia tetapi tidak lagi aktif.

Karena itu, monitoring tidak hanya melihat apakah sebuah desa memiliki website. Data juga memperhatikan status Online atau Offline, versi OpenSID, platform yang digunakan, fitur Premium, hingga tema yang diterapkan.

Dari sinilah kita dapat melihat kondisi digitalisasi desa secara lebih nyata.

๐“๐„๐‘๐‚๐€๐“๐€๐“ ๐Ÿ‘๐Ÿ๐Ÿ ๐–๐„๐๐’๐ˆ๐“๐„ ๐Ž๐๐‹๐ˆ๐๐„, ๐Ÿ๐Ÿ–๐Ÿ ๐–๐„๐๐’๐ˆ๐“๐„ ๐Ž๐…๐…๐‹๐ˆ๐๐„

Dari total 493 website yang terpantau, sebanyak 311 website atau 63,1% berada dalam kondisi Online.

Sementara itu, 182 website atau 36,9% tercatat Offline.

Tidak ada website yang masuk kategori status tidak diketahui dalam pemantauan PANTAU DESA kali ini.

Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas website desa yang terpantau masih dapat diakses. Namun, hampir 37% website berada dalam kondisi Offline, sehingga masih terdapat pekerjaan yang cukup besar untuk memastikan keberlanjutan layanan informasi digital di tingkat desa.

Website desa seharusnya tidak berhenti pada tahap pembangunan. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga agar website tetap hidup, dapat diakses, dan terus memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

๐‹๐Ž๐Œ๐๐Ž๐Š ๐“๐ˆ๐Œ๐”๐‘ ๐Œ๐„๐๐‰๐€๐ƒ๐ˆ ๐–๐ˆ๐‹๐€๐˜๐€๐‡ ๐ƒ๐„๐๐†๐€๐ ๐–๐„๐๐’๐ˆ๐“๐„ ๐“๐„๐‘๐๐€๐๐˜๐€๐Š

Jika dilihat berdasarkan Kabupaten/Kota, Lombok Timur berada di posisi pertama dengan 186 website, disusul Sumbawa sebanyak 103 website dan Sumbawa Barat sebanyak 65 website.

Selanjutnya terdapat Bima 32 website, Lombok Tengah 32 website, Kota Bima 30 website, Lombok Barat 20 website, Lombok Utara 12 website, Kota Mataram 7 website, dan Dompu 6 website.

Perbedaan jumlah tersebut tentu tidak serta-merta menunjukkan tingkat keberhasilan digitalisasi masing-masing daerah. Jumlah desa/kelurahan setiap wilayah berbeda, sehingga yang lebih menarik untuk diperhatikan adalah bagaimana website tersebut digunakan dan dipelihara.

๐…๐ˆ๐“๐”๐‘ ๐๐‘๐„๐Œ๐ˆ๐”๐Œ: ๐’๐„๐‰๐€๐”๐‡ ๐Œ๐€๐๐€ ๐Ž๐๐„๐๐’๐ˆ๐ƒ ๐ƒ๐ˆ๐Œ๐€๐๐…๐€๐€๐“๐Š๐€๐?

Salah satu data yang menarik dari monitoring kali ini adalah penggunaan fitur Premium.

Dari 493 website, terdapat 97 website atau 19,7% yang tercatat menggunakan fitur Premium. Sementara 396 website atau 80,3% tercatat dalam kategori Umum.

Data Premium menjadi menarik karena dapat memberikan gambaran mengenai tingkat pemanfaatan fitur yang tersedia dalam ekosistem OpenSID.

Semakin banyak fitur yang dimanfaatkan, semakin besar pula peluang sebuah website tidak hanya digunakan sebagai tempat menampilkan informasi, tetapi berkembang menjadi bagian dari pengelolaan informasi dan pelayanan digital desa.

Menariknya, Kota Bima mencatat 30 website dan seluruhnya tercatat Premium. Sementara di Kabupaten Bima terdapat 12 website Premium dari 32 website yang terpantau.

Di Lombok Timur, wilayah dengan jumlah website terbanyak, terdapat 43 website Premium dari total 186 website.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa pemanfaatan fitur Premium memiliki pola yang berbeda di setiap wilayah dan menjadi salah satu indikator yang menarik untuk terus dipantau.

๐Ž๐๐„๐๐’๐ˆ๐ƒ ๐๐”๐Š๐€๐ ๐‡๐€๐๐˜๐€ ๐“๐„๐๐“๐€๐๐† ๐–๐„๐๐’๐ˆ๐“๐„

Ketika berbicara tentang OpenSID, pembahasannya sebenarnya tidak berhenti pada tampilan halaman depan sebuah website, karena OpenSID merupakan Aplikasi berbasis Website.

Di dalamnya terdapat berbagai fitur dan komponen yang dapat mendukung pengelolaan data, informasi, serta pelayanan pemerintahan desa.

Karena itu, keberadaan website perlu dilihat bersama dengan pemanfaatan sistem dan fitur yang digunakan.

Sebuah website mungkin terlihat sederhana dari luar, tetapi bisa saja memiliki sistem yang aktif dan dimanfaatkan untuk kebutuhan pemerintahan desa. Sebaliknya, website yang terlihat menarik belum tentu aktif digunakan secara maksimal.

๐–๐„๐๐’๐ˆ๐“๐„ ๐Ž๐๐‹๐ˆ๐๐„ ๐๐„๐‹๐”๐Œ ๐“๐„๐๐“๐” ๐๐„๐‘๐€๐‘๐“๐ˆ ๐’๐”๐ƒ๐€๐‡ ๐Ž๐๐“๐ˆ๐Œ๐€๐‹

Status Online merupakan salah satu indikator penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan digitalisasi desa.

Website yang Online tetapi jarang diperbarui tentu berbeda dengan website yang aktif menyajikan berita, informasi pelayanan, dokumen, kegiatan pemerintahan, serta berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Karena itu, monitoring digitalisasi desa perlu bergerak lebih jauh dari sekadar pertanyaan โ€œOnline atau Offline?โ€

Pertanyaan berikutnya adalah: Apakah website tersebut aktif? Apakah informasinya diperbarui? Apakah fitur yang tersedia dimanfaatkan? Dan apakah masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat dari keberadaannya?

๐–๐„๐๐’๐ˆ๐“๐„ ๐€๐ƒ๐€๐‹๐€๐‡ ๐€๐–๐€๐‹, ๐๐”๐Š๐€๐ ๐€๐Š๐‡๐ˆ๐‘

Data 493 website desa/kelurahan yang terpantau memberikan gambaran awal mengenai kondisi digitalisasi desa di NTB.

Di satu sisi, lebih dari 60% website tercatat Online. Ini merupakan perkembangan yang positif.

Namun di sisi lain, masih terdapat 182 website Offline. Selain itu, proporsi website Premium baru mencapai 19,7%, sehingga masih terbuka ruang yang cukup besar untuk meningkatkan pemanfaatan fitur dan layanan digital.

Data seperti ini penting bukan untuk sekadar memberikan peringkat, tetapi untuk melihat bagian mana yang sudah berjalan dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Digitalisasi desa pada akhirnya bukan perlombaan siapa yang memiliki website paling banyak, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pemerintahan dan masyarakat.

๐๐„๐‘๐“๐€๐๐˜๐€๐€๐๐๐˜๐€ ๐๐”๐Š๐€๐ ๐‹๐€๐†๐ˆ โ€œ๐’๐”๐ƒ๐€๐‡ ๐๐”๐๐˜๐€ ๐–๐„๐๐’๐ˆ๐“๐„?โ€

Pertanyaan yang lebih penting sekarang adalah:

Apakah website desa masih aktif?

Apakah informasi di dalamnya terus diperbarui?

Apakah fitur yang tersedia benar-benar dimanfaatkan?

Apakah masyarakat mudah mendapatkan informasi dan pelayanan melalui kanal digital tersebut?

Dan yang tidak kalah penting:

Apakah digitalisasi tersebut dapat dipertahankan dalam jangka panjang?

Karena website desa yang baik bukan hanya website yang bisa dibuka hari ini, tetapi website yang terus hidup, dikelola, diperbarui, dan benar-benar digunakan untuk mendukung pelayanan serta keterbukaan informasi desa.

DESA SMART | ๐Œ๐Ž๐๐ˆ๐“๐Ž๐‘๐ˆ๐๐† ๐ƒ๐ˆ๐†๐ˆ๐“๐€๐‹๐ˆ๐’๐€๐’๐ˆ ๐ƒ๐„๐’๐€

Monitoring ini merupakan bagian dari upaya melihat perkembangan digitalisasi desa secara lebih objektif berdasarkan data yang terpantau.

493 website bukanlah garis akhir.

Ini adalah gambaran tentang perjalanan digitalisasi desa di NTB โ€” tentang apa yang sudah berjalan, apa yang masih mengalami kendala, dan apa yang masih bisa dikembangkan.

Sebab pada akhirnya, desa digital bukan hanya tentang memiliki website, tetapi tentang menghadirkan teknologi yang benar-benar hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sumber Rujukan https://pantau.desasmart.id/public/statistik_opensid.php

#DesaSmart #OpenSID #DigitalisasiDesa #DesaDigital #WebsiteDesa #TransformasiDigital #NTB #PemerintahanDesa #TeknologiDesa #InformasiDesa

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
Dari Berita Menjadi Data: Membaca Denyut Digital Desa di Nusa Tenggara Barat
Berita ยท 11 Agustus 2026
Dari Berita Menjadi Data: Membaca Denyut Digital Desa di Nusa Tenggara Barat

10.227 berita yang terhimpun melalui Sistem Informasi Desa bukan sekadar kumpulan publikasi. Jika dikelola dan dianalisis secara sistematis, data tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk memahami aktivitas digital desa, mengukur keberlanjutan pemanfaatan teknologi, serta menemukan ruang untuk penguatan dan pendampingan.

Digitalisasi Desa Tidak Berhenti pada Kepemilikan Website

Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara pemerintah desa berkomunikasi dengan masyarakat. Informasi mengenai kegiatan pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan sosial kini semakin banyak disampaikan melalui kanal digital. Website desa dan Sistem Informasi Desa (SID) menjadi salah satu sarana yang memungkinkan informasi tersebut tersedia secara lebih terbuka dan dapat diakses tanpa harus datang langsung ke kantor desa.

Namun, keberadaan sebuah website belum dapat dijadikan ukuran tunggal keberhasilan digitalisasi desa. Sebuah desa dapat memiliki website, tetapi apabila informasi tidak pernah diperbarui, masyarakat tidak memperoleh manfaat yang berarti. Sebaliknya, website yang secara konsisten digunakan untuk menyampaikan informasi kegiatan dan pelayanan menunjukkan adanya proses pemanfaatan teknologi yang lebih nyata. Karena itu, pembahasan mengenai digitalisasi desa perlu bergeser dari pertanyaan โ€œapakah desa memiliki website?โ€ menuju pertanyaan yang lebih substantif: โ€œsejauh mana teknologi tersebut benar-benar digunakan dan memberikan manfaat?โ€

Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu dasar penting dalam melihat perkembangan Sistem Informasi Desa di Nusa Tenggara Barat. Teknologi tidak cukup hanya tersedia; ia harus hidup, digunakan, diperbarui, dan terhubung dengan kebutuhan masyarakat.

10.227 Berita sebagai Jejak Digital Desa

Hingga 11 Agustus 2026, Pantau SID mencatat sebanyak 10.227 berita yang berasal dari berbagai wilayah desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam tujuh hari terakhir tercatat 53 berita, meningkat dari 34 berita pada minggu sebelumnya atau mengalami pertumbuhan sekitar 56 persen. Pada hari yang sama terdapat enam publikasi baru dari sejumlah desa.

Angka tersebut menarik bukan semata-mata karena jumlahnya besar, tetapi karena menunjukkan bahwa aktivitas desa telah meninggalkan jejak digital yang cukup panjang. Setiap berita pada dasarnya merupakan catatan mengenai suatu aktivitas, kebijakan, pelayanan, kegiatan masyarakat, atau peristiwa yang terjadi di desa. Ketika ribuan catatan tersebut dihimpun dalam sebuah sistem, terbentuklah sebuah kumpulan data yang dapat digunakan untuk melihat pola yang tidak mudah terlihat apabila setiap website desa diamati secara terpisah.

Berita desa karena itu dapat dipandang sebagai salah satu bentuk dokumentasi digital kehidupan desa. Informasi mengenai kegiatan budaya, pelayanan administrasi, kesehatan masyarakat, pembangunan, pendataan, kepemudaan, pendidikan, maupun aktivitas pemerintahan menjadi bagian dari rekam jejak yang suatu saat dapat digunakan kembali. Nilainya tidak hanya untuk kebutuhan informasi hari ini, tetapi juga sebagai arsip digital yang menggambarkan perjalanan desa dari waktu ke waktu.

Beberapa publikasi terbaru memperlihatkan keragaman tersebut. Desa Poto di Kabupaten Sumbawa, misalnya, memberitakan keberhasilan pemerintah desa meraih Juara 1 Pawai Budaya Festival Budaya Paroso Tahun 2026. Desa Kaleo di Kabupaten Bima mempublikasikan koordinasi Pendamping Lokal Desa dalam rangka percepatan pengisian Indeks Desa Membangun 2026. Desa Belanting menginformasikan pelayanan Identitas Kependudukan Digital, sementara Desa Kalimantong mengangkat edukasi pencegahan malaria bersama Puskesmas Brang Ene. Di desa lainnya, publikasi berkaitan dengan kegiatan masyarakat dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dan kegiatan pendataan.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa ruang digital desa sesungguhnya mencerminkan banyak sisi kehidupan masyarakat. Karena itu, berita desa tidak seharusnya dilihat hanya sebagai materi publikasi, tetapi juga sebagai sumber informasi untuk memahami aktivitas desa.

Dari Publikasi Menjadi Data Pemantauan

Perbedaan antara kumpulan berita dan data terletak pada bagaimana informasi tersebut dikelola. Berita yang berdiri sendiri hanya memberikan informasi mengenai satu peristiwa. Akan tetapi, apabila publikasi dari banyak desa dikumpulkan berdasarkan waktu, wilayah, frekuensi, dan karakteristik lainnya, informasi tersebut dapat digunakan untuk melihat kecenderungan dan perubahan.

Di sinilah konsep pemantauan menjadi penting.

Pantau SID dikembangkan untuk membantu melihat perkembangan pemanfaatan Sistem Informasi Desa di NTB melalui berbagai informasi yang tersedia secara digital. Berita merupakan salah satu sumber yang dapat digunakan untuk membaca aktivitas tersebut. Dari data publikasi, misalnya, dapat diketahui desa yang aktif memperbarui informasi, perubahan frekuensi publikasi dalam periode tertentu, serta wilayah yang menunjukkan peningkatan atau penurunan aktivitas digital.

Tetapi data tersebut tetap harus dibaca secara hati-hati. Jumlah berita tidak boleh langsung diterjemahkan sebagai ukuran kualitas sebuah desa. Desa dengan jumlah publikasi tinggi belum tentu lebih maju dibandingkan desa dengan jumlah publikasi rendah. Sebaliknya, rendahnya jumlah berita tidak selalu berarti desa tersebut tidak aktif. Bisa saja aktivitas pelayanan dan pembangunan berlangsung dengan baik, tetapi belum terdokumentasikan melalui kanal digital.

Karena itu, data publikasi sebaiknya diposisikan sebagai indikator aktivitas, bukan sebagai satu-satunya indikator keberhasilan. Data tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengajukan pertanyaan dan melakukan penelusuran lebih lanjut.

Membaca Aktivitas Digital, Bukan Sekadar Menghitung Berita

Pendekatan berbasis data memungkinkan perhatian diarahkan pada pola, bukan hanya jumlah. Misalnya, apabila sebuah desa secara konsisten memperbarui informasi setiap minggu, kondisi tersebut menunjukkan adanya pengelolaan kanal informasi yang relatif aktif. Jika dalam beberapa bulan terjadi penurunan drastis atau bahkan tidak terdapat publikasi sama sekali, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal yang perlu diperiksa.

Penyebabnya tentu tidak dapat disimpulkan hanya dari angka. Bisa berkaitan dengan perubahan pengelola SID, keterbatasan sumber daya manusia, persoalan teknis website, perubahan kebijakan, atau memang berkurangnya aktivitas yang perlu dipublikasikan. Karena itu, data digital tidak seharusnya digunakan untuk memberikan penilaian secara terburu-buru. Fungsi utamanya adalah menunjukkan pola yang perlu dipahami lebih lanjut.

Perspektif ini juga menghindarkan desa dari kecenderungan menjadikan jumlah berita sebagai perlombaan. Digitalisasi tidak seharusnya mendorong desa untuk membuat berita sebanyak-banyaknya hanya demi meningkatkan statistik publikasi. Yang lebih penting adalah kualitas informasi, keberlanjutan pembaruan, relevansi dengan kebutuhan masyarakat, serta kemampuan informasi tersebut menjadi dokumentasi yang berguna.

Satu berita mengenai pelayanan publik yang penting bagi masyarakat dapat memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sejumlah berita yang hanya bersifat seremonial. Karena itu, pengembangan digitalisasi desa perlu menempatkan kualitas, relevansi, keterbaruan, dan kebermanfaatan informasi sebagai bagian penting dari evaluasi.

Pantau SID sebagai Instrumen Membaca Ekosistem Digital Desa

Pantau SID tidak berhenti pada pengumpulan berita. Ekosistem pemantauan juga dapat mencakup informasi mengenai wilayah, desa, situs desa, status SID, statistik publikasi, versi dan tema SID, serta berbagai informasi analitik lainnya. Pendekatan ini memungkinkan kondisi digital desa dilihat dari berbagai sisi, bukan hanya dari keberadaan sebuah website.

Dengan cara tersebut, Pantau SID dapat berfungsi sebagai semacam panel pemantauan perkembangan digitalisasi desa. Informasi yang terkumpul dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan praktis: desa mana yang aktif menggunakan kanal digital, wilayah mana yang menunjukkan perkembangan, desa mana yang membutuhkan perhatian teknis, serta praktik baik apa yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh desa lainnya.

Dalam jangka panjang, data tersebut juga dapat menjadi bahan bagi pendamping, pemerintah daerah, pengelola SID, maupun pihak lain yang berkepentingan dengan transformasi digital desa. Pemantauan berbasis data memungkinkan intervensi tidak dilakukan secara seragam, tetapi lebih sesuai dengan kondisi masing-masing desa.

Desa yang mengalami persoalan teknis membutuhkan solusi teknis. Desa yang memiliki kendala kapasitas pengelola membutuhkan penguatan sumber daya manusia. Sementara desa yang sudah aktif dapat diarahkan pada peningkatan kualitas konten, integrasi data, pelayanan digital, dan pemanfaatan informasi untuk kebutuhan pembangunan.

Dengan demikian, data tidak berhenti sebagai laporan, tetapi dapat digunakan untuk menentukan tindakan berikutnya.

Dari Data Menuju Pendampingan yang Lebih Terarah

Salah satu manfaat terbesar dari sistem pemantauan adalah kemampuannya membantu mengubah pola pendampingan. Selama ini, pendampingan digital sering kali dilakukan berdasarkan kebutuhan yang disampaikan secara langsung atau berdasarkan pengamatan terbatas. Dengan adanya data yang diperbarui secara berkala, kondisi desa dapat dipetakan lebih awal.

Misalnya, desa yang lama tidak memperbarui website dapat masuk dalam daftar pemantauan. Desa yang mengalami perubahan aktivitas secara signifikan dapat ditelusuri lebih lanjut. Desa yang menunjukkan praktik publikasi yang baik dapat dijadikan contoh. Dengan pendekatan semacam ini, pendampingan menjadi lebih proaktif karena didasarkan pada sinyal yang muncul dari data.

Namun, untuk mencapai tahap tersebut, kualitas data juga harus terus diperbaiki. Sistem pemantauan perlu memastikan bahwa data yang dihimpun akurat, diperbarui secara berkala, dapat dibandingkan antarperiode, dan memiliki indikator yang jelas. Pengembangan berikutnya juga perlu bergerak dari sekadar menghitung jumlah publikasi menuju analisis yang lebih bermakna, misalnya konsistensi pembaruan, kategori informasi, keterhubungan dengan pelayanan publik, serta indikator kebermanfaatan lainnya.

Dengan kata lain, tantangan berikutnya bukan lagi โ€œbagaimana mengumpulkan lebih banyak berita?โ€, tetapi โ€œbagaimana mengubah data yang sudah terkumpul menjadi pengetahuan yang berguna?โ€

Rekomendasi: Menjadikan Data sebagai Dasar Pengembangan Digital Desa

Dari perkembangan tersebut, terdapat beberapa arah yang penting untuk diperkuat. Pertama, jumlah publikasi perlu diperlakukan sebagai indikator aktivitas, bukan sebagai ukuran tunggal keberhasilan digitalisasi desa. Evaluasi harus mempertimbangkan kualitas, keterbaruan, relevansi, dan kebermanfaatan informasi.

Kedua, Pantau SID perlu terus dikembangkan dari sistem pemantauan informasi menjadi platform analitik digital desa. Data historis perlu dipertahankan sehingga perkembangan setiap desa dapat dibandingkan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, perubahan aktivitas digital tidak hanya dapat dilihat hari ini, tetapi juga dapat dianalisis sebagai sebuah tren.

Ketiga, diperlukan indikator digitalisasi desa yang lebih komprehensif. Aktivitas berita dapat menjadi salah satu indikator, tetapi perlu dilengkapi dengan indikator lain seperti keterbaruan website, keberlangsungan SID, kualitas informasi, pemanfaatan layanan digital, keterhubungan data, dan aspek lain yang relevan.

Keempat, hasil pemantauan sebaiknya diarahkan untuk mendukung pendampingan berbasis kebutuhan. Desa yang memiliki persoalan berbeda tidak seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama. Data dapat digunakan untuk menentukan apakah sebuah desa membutuhkan dukungan teknis, penguatan kapasitas pengelola, peningkatan kualitas informasi, atau pengembangan layanan digital.

Kelima, perlu dibangun budaya bahwa publikasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari dokumentasi dan pengetahuan desa. Pemerintah desa perlu didorong untuk menghasilkan informasi yang benar-benar berguna bagi masyarakat, bukan sekadar memperbanyak jumlah berita.

Kesimpulan: Ketika Desa Mulai Terbaca melalui Data

Perjalanan digitalisasi desa pada akhirnya tidak dapat diukur hanya dari berapa banyak website yang telah dibuat atau berapa banyak berita yang dipublikasikan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah teknologi tersebut benar-benar digunakan, apakah informasi terus diperbarui, apakah masyarakat memperoleh manfaat, dan apakah data yang dihasilkan dapat membantu memahami kondisi desa.

10.227 berita yang saat ini terhimpun melalui Pantau SID merupakan sebuah modal data yang penting. Nilainya bukan semata-mata pada jumlahnya, tetapi pada kemungkinan untuk mengolahnya menjadi informasi, membaca pola, menemukan persoalan, mengenali praktik baik, dan menentukan arah pengembangan digitalisasi desa.

Karena itu, Pantau SID sebaiknya terus bergerak dari sekadar memantau apa yang dipublikasikan desa menuju kemampuan membaca bagaimana ekosistem digital desa berkembang.

Pada tahap berikutnya, tujuan yang lebih penting bukan membuat angka berita semakin besar, tetapi membuat data semakin bermakna.

Sebab digitalisasi desa yang baik bukanlah ketika desa paling banyak menghasilkan berita.

Digitalisasi yang baik adalah ketika teknologi mampu membuat informasi lebih terbuka, aktivitas desa lebih terdokumentasi, data lebih mudah dibaca, dan keputusan pembangunan dapat dilakukan dengan pemahaman yang lebih baik.

Dari sanalah berita menjadi data, data menjadi informasi, informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi dasar untuk memperbaiki layanan serta pembangunan desa.

Itulah arah yang seharusnya dibangun: bukan sekadar desa yang terkoneksi secara digital, tetapi desa yang mampu menggunakan data untuk memahami dirinya sendiri dan menentukan masa depannya.

Pantau SID NTB

Pemantauan Sistem Informasi Desa untuk membaca perkembangan ekosistem digital desa di Nusa Tenggara Barat.

๐Ÿ“Š Total berita terhimpun: 10.227
๐Ÿ“ˆ Berita 7 hari terakhir: 53
๐Ÿ“Š Minggu sebelumnya: 34
๐Ÿ“ˆ Pertumbuhan aktivitas: 56%
๐Ÿ“ฐ Berita baru hari ini: 6

๐Ÿ”Ž Pantau Berita Desa NTB:
https://pantau.desasmart.id/berita_desa/

Data diperbarui otomatis dari Dashboard SID Provinsi NTB.

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
Bupati BBF Harap Bimtek SID Dapat Permudah Masyarakat Mengakses Informasi
Berita ยท 3 September 2025 ยท Dompu
Bupati BBF Harap Bimtek SID Dapat Permudah Masyarakat Mengakses Informasi

Dompu, Bimakini. รขโ‚ฌโ€œ Upaya meningkatkan kualitas Sistem Informasi Teknologi Digital Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Dompu menyelenggarakan Work Shop dan Bimbingan Teknis (bimtek) tentang Sistem informasi Desa (SID) di gedung PKK, Selasa (11/06/2025).

Saat membuka agenda tersebut, Bupati Kabupaten Dompu, Bambang Firdaus, SE (BBF) berharap agar kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas aparat Desa dalam mengelola Sistem Informasi Desa (SID) secara digital serta memanfaatkan data untuk perencanaan pembangunan.

รขโ‚ฌล“Semoga Sistem Informasi Desa (SID) ini dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi secara mudah dan tepat sasaran,รขโ‚ฌย harapnya.

Katanya, kegiatan tersebut penting dilakukan karena peranan aparat desa sebagai tahap awal dari perencanaan pembangunan. Pembangunan diawali dari desa yang secara langsung mengetahui kondisi lapangan atau keadaan masyarakat. Salah satu contohnya adalah bagaimana masyarakat yang akan membuat identitasnya untuk bisa di proses di Dinas Dukcapil.

Bupati kembali menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Kapasitas aparat desa dalam mengelola informasi desa secara digital meningkat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan SID khususnya aparatur desa.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran pembangunan desa. Dengan diselenggarakannya kegiatan itu, Bupati berharap kepada seluruh peserta untuk benar-benar konsisten mengikuti kegiatan ini.

รขโ‚ฌล“Agar dapat diterapkan di desa masing-masing untuk memberikan pelayanan terbaik di masyarakat serta meningkatkan kualitas aparat desa terhadap pembangunan Dompu kedepannya,รขโ‚ฌย tambahnya.

Senada disampaikan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda H. Khaerul Insyan, SE., M.Si. Dia sebagai Ketua Panitia kegiatan melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 48 peserta, 3 narasumber dengan diikuti perwakilan 4 Kecamatan yakni Dompu, Pajo, Woja dan Huรขโ‚ฌโ„ขu. Kegiatan itu akan berlangsung selama tanggal 11 s/d 13 Juni.

รขโ‚ฌล“Kecamatan lainnya akan mengikuti kegiatan ini juga diwaktu berikutnya,รขโ‚ฌย terangnya. azw

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
Bupati Sumbawa H. Jarot Launching Aplikasi Srikandi
Berita ยท 27 Agustus 2025 ยท Halaman Kantor Bupati Sumbawa
Bupati Sumbawa H. Jarot Launching Aplikasi Srikandi

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar acara Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 80, di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Rabu, (27/8/2025).

Hadir juga Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan Drs. H. Mohamad Ansori, Forkopimda Kabupaten Sumbawa, serta OPD terkait. Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa, tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur bahwa bangsa ini telah berusia 80 Tahun. Kemerdekaan bangsa ini bukanlah sebuah hadiah, melainkan hasil perjuangan para pahlawan. 

"Tugas kedepan bukan cuma mengenang tetapi mengisi dengan kerja nyata, dengan keberanian membuat terobosan dan kebersamaan menjaga persatuan Bangsa," uarnya. Seperti apa yang disampaikan Sukarno, sambung Bupati, รขโ‚ฌล“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kakinya sendiriรขโ‚ฌย.  "Ini merupakan landasan yang menegakkan Kabupaten Sumbawa, agar dapat melangkah ke masa depan menuju kesejahteraan. Namun ini tidakkan tercapai apabila setiap elemen yang ada, tanpa persatuan," tegasnya. Pada kesempatan ini,

Bupati dan wakil Bupati Sumbawa bersama Forkopimda Kabupaten Sumbawa me-launching secara resmi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dan launching aplikasi Sistem Informasi Pro Aktif Pengaduan Barang dan Jasa (SIMPRO PBJ). Launching ini merupakan bentuk Pemkab Sumbawa dalam mengisi Kemerdekaan, melalui Inovasi digitalisasi dalam tata Kelola Pemerintahan Daerah. Ini untuk mempermudah tertip arsip dan Tanda Tangan Elektronik. Sementara Simpro PBJ digitalisasi untuk Pengadaan Barang dan Jasa. 

"Digitalisasi ini penting agar jalannya Pemerintah Kabupaten Sumbawa menjadi lebih cepat, transparan dan Akuntabel," jelas Bupati.  Selain itu, Bupati dan wakil Bupati Sumbawa bersama Forkopimda Kabupaten Sumbawa juga menyerahkan hadiah bagi para pemenang Lomba-lomba dalam rangka memperingati HUT RI Ke- 80 Tahun 2025. Serta penyerahan penghargaan bagi peserta berprestasi asal Kabupaten Sumbawa pada Seleksi Tilawatil Qurรขโ‚ฌโ„ขan dan Hadits (STQH) ke- 28 Tingkat Provinsi NTB Tahun 2025 yang lalu. Sumber Reportase7

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
Pantau SID: Semangat Kolaborasi dan Keterbukaan Desa OpenSID di NTB
Berita ยท 20 Agustus 2025
Pantau SID: Semangat Kolaborasi dan Keterbukaan Desa OpenSID di NTB

Pantau SID รขโ‚ฌโ€ Desa-desa pengguna OpenSID di NTB terus menunjukkan denyut kehidupan masyarakat yang aktif, transparan, dan penuh semangat gotong royong. Melalui Pantau SID, berbagai kabar terkini terekam secara otomatis dari website desa, menjadi bukti nyata bahwa desa-desa kini semakin terbuka dan partisipatif.

Di Desa Batu Putik, semangat kolaborasi hadir lewat kehadiran 12 mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) UIN Mataram. Setelah 50 hari mengabdi, mereka pamit dengan meninggalkan jejak kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Desa Rensing Bat menegaskan komitmennya terhadap kesehatan warganya dengan program Posyandu Keluarga yang rutin dilaksanakan. Upaya ini menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan desa dalam memastikan kualitas hidup masyarakat.

Tak kalah penting, Desa Dane Rase menorehkan langkah inspiratif dengan memberikan honor operasional kepada ketua RT/RW sebagai wujud penghargaan terhadap pengabdian mereka. Desa ini juga aktif menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), sebuah bentuk kepedulian nyata untuk membantu keluarga kurang mampu.

Di sisi lain, Desa Tanak Kaken menggelar acara penuh khidmat dalam penarikan dan perpisahan mahasiswa KKP UIN Mataram. Kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi juga simbol eratnya hubungan antara dunia akademik dan desa.

Semua kabar ini, yang secara otomatis terekam dan tersaji di Pantau SID, menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan transparansi, dokumentasi, dan inspirasi.

Wahyu Indrajaya, ST., MM.Inov, Sekretaris Dinas Kominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, menyampaikan apresiasinya:

รขโ‚ฌล“Saya menyambut baik kehadiran Pantau SID sebagai inovasi relevan dengan kebutuhan perencanaan daerah saat ini. Meskipun masih uji coba, platform ini sudah menunjukkan potensinya sebagai dasbor strategis. Dengan menghubungkan data desa ke level kabupaten, Pantau SID menjadi jembatan efektif antara perencanaan makro dan realita mikro. Harapan saya, platform ini terus disempurnakan dengan fitur analisis tren dan benchmarking antar desa agar benar-benar menjadi instrumen vital kebijakan yang presisi.รขโ‚ฌย

รฐลธโ€™ยก Bagi para pegiat OpenSID di NTB, kabar ini adalah bukti bahwa kerja-kerja kecil di tingkat desa sesungguhnya membangun gelombang perubahan besar. Setiap berita desa bukan sekadar informasi, melainkan catatan sejarah tentang bagaimana desa membangun dirinya sendiri dengan semangat keterbukaan dan kebersamaan.

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
Desa-Desa OpenSID di NTB Kian Berprestasi, Jadi Inspirasi Menuju Indonesia Emas 2045
Berita ยท 18 Agustus 2025
Desa-Desa OpenSID di NTB Kian Berprestasi, Jadi Inspirasi Menuju Indonesia Emas 2045

Nusa Tenggara Barat, 18 Agustus 2025 รขโ‚ฌโ€œ Desa-desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah mengadopsi OpenSID (Sistem Informasi Desa berbasis Open Source) terus menunjukkan kiprah nyata dalam menghadirkan informasi publik, meningkatkan transparansi, serta memperkuat partisipasi warga.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah desa aktif merilis informasi terbaru melalui website resmi mereka. Desa Tongo di Kecamatan Sekongkang misalnya, mengumumkan seleksi perangkat desa baru untuk mengisi kekosongan jabatan penting. Sementara itu, Desa Lanta di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, berhasil menorehkan prestasi nasional dengan dinobatkan sebagai Desa Terbaik Tingkat Nasional pada peringatan HUT RI ke-80.

Tidak kalah penting, Desa Mantar di Kabupaten Sumbawa Barat meluncurkan program Kampung Keluarga Berkualitas yang berfokus pada penguatan ketahanan keluarga. Di sisi lain, Desa Pasir Putih, Tepas, dan Sangga kompak memeriahkan momentum HUT Kemerdekaan RI ke-80 dengan berbagai kegiatan kebersamaan yang memperkuat semangat gotong royong masyarakat.

Prestasi dan aktivitas desa-desa ini menjadi cerminan betapa OpenSID tidak sekadar aplikasi, tetapi juga alat transformasi digital desa yang memperkuat tata kelola, keterbukaan, dan pelayanan publik.

รขโ‚ฌล“Gerakan desa digital lewat OpenSID bukan sekadar soal aplikasi, tetapi tentang masa depan desa. Ketika data terbuka, pelayanan cepat, dan masyarakat aktif berpartisipasi, kita sedang menyiapkan fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Desa adalah garda terdepan, dan kami di NTB ingin membuktikan bahwa jalan menuju Indonesia maju dimulai dari desa yang melek teknologi,รขโ‚ฌย (Muhammad Ungang, Pegiat OpenSID NTB.)

Dengan semangat tersebut, para pegiat SID di NTB berharap desa-desa lain di seluruh Indonesia semakin terdorong untuk mengembangkan sistem informasi desa. Hal ini sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana desa menjadi pondasi utama pembangunan bangsa yang kuat, inklusif, dan berdaya saing.

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
Aplikasi Silingga Siap Uji Coba: Inovasi Digital untuk Lingkungan Warga
Berita ยท 12 Agustus 2025 ยท Media Online
Aplikasi Silingga Siap Uji Coba: Inovasi Digital untuk Lingkungan Warga

Desa Dmart, 12/08/2025. Silingga (Sistem Informasi Lingkungan Warga) kini memasuki tahap akhir pengembangan dan siap memasuki fase uji coba. Aplikasi ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan informasi di tingkat Lingkungan Warga, Dusun, maupun Rukun Warga (RW) dengan memanfaatkan teknologi informasi secara praktis dan efisien.

Dengan Silingga, pengelolaan data penduduk menjadi lebih mudah. Data dapat diimpor langsung dari file Excel, sehingga proses input menjadi cepat tanpa harus mengisi satu per satu secara manual. Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur pembuatan berita dan artikel yang sudah terintegrasi dengan TextEditor, memudahkan pengelola untuk menulis dan mempublikasikan informasi kepada warga secara real-time.

Keunggulan Silingga antara lain:

รฐลธโ€œล  Database Penduduk Terintegrasi: Import data melalui Excel dengan mudah dan aman.

รฐลธโ€œยฐ Berita & Informasi Warga: Menulis artikel langsung di aplikasi dengan dukungan TextEditor.

รฐลธโ€œยฑ Akses Online: Warga dapat mengakses informasi kapan saja dan di mana saja.

รขลกยก Ringkas & Cepat: Dibuat dengan antarmuka yang sederhana sehingga mudah digunakan.

Aplikasi ini dikembangkan oleh Muhammad Ungang, pegiat IT Opendesa dan Desa Smart, yang selama ini aktif mendorong digitalisasi di desa-desa Indonesia. Dengan Silingga, diharapkan layanan administrasi warga menjadi lebih transparan, cepat, dan efisien.

รฐลธโ€™ยก Rencana selanjutnya, setelah uji coba dan evaluasi, Silingga akan segera diluncurkan untuk digunakan secara luas di berbagai wilayah, dimulai dari RW, dusun, hingga skala desa.

รฐลธโ€œล’ Silingga รขโ‚ฌโ€ Mewujudkan Administrasi Warga Digital yang Mudah, Cepat, dan Transparan!

๐Ÿ“„ Lihat dokumen kegiatan
๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
Semangat Bersama Desa-Desa di NTB: OpenSID Memperkuat Sinergi dan Pelayanan Masyarakat
Berita ยท 8 Agustus 2025 ยท Desa di NTB
Semangat Bersama Desa-Desa di NTB: OpenSID Memperkuat Sinergi dan Pelayanan Masyarakat

Pantau SID NTB, 08 Agustus 2025 รขโ‚ฌโ€ Desa-desa di wilayah NTB yang mengadopsi OpenSID terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan yang tercermin langsung di website desa, terlihat jelas bagaimana OpenSID menjadi platform yang efektif untuk mendukung transparansi, koordinasi, dan partisipasi warga.

Baru-baru ini, Desa Tebaban sukses menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan Musabaqah Tilawatil Qurรขโ‚ฌโ„ขan (MTQ) tingkat desa serta pembentukan panitia pelaksana. Langkah ini memperlihatkan bagaimana desa mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat demi terciptanya acara keagamaan yang bermakna dan terorganisir dengan baik.

Sementara itu, Desa Mantar Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat melaksanakan penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan prosedur yang transparan dan tepat sasaran, sebagai upaya nyata mendukung masyarakat terdampak dan meningkatkan kesejahteraan warganya. Tidak hanya itu, penyuluhan keluarga bina balita yang digelar di desa yang sama menegaskan komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus.

Kisah-kisah keberhasilan ini menjadi inspirasi sekaligus dorongan bagi para pegiat OpenSID di seluruh NTB untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing. Dengan data yang terintegrasi dan update real-time, OpenSID membuka peluang besar bagi desa untuk mengelola sumber daya secara lebih efektif dan transparan.

Selengkapnya baca di Berita Desa Pantau SID

Mendukung semangat ini, Dr. Arachman Alamudy, M.Si, tokoh masyarakat sekaligus mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, memberikan pandangan bijaknya:

รขโ‚ฌล“Memilih platform sistem informasi desa yang tepat tentu didasarkan oleh pertimbangan yang matang dan evaluasi komprehensif. Dengan mengidentifikasi kebutuhan desa saat ini serta mengevaluasi kemampuan teknologi, kemudahan penggunaan, biaya, dukungan, dan fleksibilitas, desa dapat memilih platform SID yang memberikan manfaat maksimal bagi administrasi, pelayanan publik, dan pembangunan desa.
Implementasi yang sukses dari platform SID yang tepat akan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi masyarakat, membawa desa menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. Bahkan, data yang dikumpulkan melalui SID bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan secara tepat. Sistem informasi desa dapat menjadi alat efektif untuk memajukan desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.รขโ‚ฌย

Mari jadikan momentum ini sebagai semangat bersama untuk terus berkarya, berbagi inovasi, dan memperkuat pelayanan publik melalui OpenSID. Bersama, kita wujudkan desa-desa di NTB yang maju, sejahtera, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Tim ForSID).

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
Berita Terkini Desa OpenSID Wilayah Nusa Tenggara Barat
Berita ยท 7 Agustus 2025 ยท Desa di NTB
Berita Terkini Desa OpenSID Wilayah Nusa Tenggara Barat

Tanggal: 07 Agustus 2025

Desa-desa di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah mengadopsi sistem OpenSID terus menunjukkan dinamika dan semangat membangun yang luar biasa. Hari ini, berbagai kegiatan positif kembali berlangsung di sejumlah desa, menunjukkan keterlibatan aktif pemerintah desa, masyarakat, dan mitra pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga.

Dari Tambak Sari, Kabupaten Sumbawa Barat, Bupati secara langsung menyerahkan Kartu Sumbawa Barat Maju sebagai bagian dari program bantuan sosial yang dijalankan oleh Dinas Sosial. Program ini menyasar masyarakat rentan agar mendapatkan akses layanan sosial yang lebih baik.

Sementara itu di Teluk Santong, digelar assessment pengembangan program ekowisata hiu paus dan potensi bisnis lokal bersama mitra dari Sirkula Indonesia. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menjadikan Teluk Saleh sebagai destinasi ekowisata unggulan di NTB.

Di Desa Brang Kolong, suasana Jumat pagi diwarnai semangat kebugaran. Senam rutin bersama ibu-ibu lansia, Kepala Desa, dan Ketua PKK menjadi bukti komitmen desa dalam membangun kesehatan masyarakat secara menyenangkan dan inklusif.

Tidak kalah penting, Desa Tongo bekerja sama dengan YCP KSB dan PT. AMNT menyelenggarakan pelatihan pembentukan pengurus PPATBM (Perlindungan Perempuan dan Anak) dan FAD (Forum Anak Desa). Langkah ini menegaskan pentingnya pelibatan warga dalam menciptakan lingkungan desa yang ramah anak dan aman bagi perempuan.

Dari Desa Bajo, dilaporkan kegiatan pembagian bantuan pangan berupa beras, telur, minyak, gula, dan susu bagi anak-anak stunting dan ibu hamil. Sebanyak 36 orang dari Dusun Bajo Selatan hingga Dusun Rasabou menerima bantuan ini, yang menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan stunting.

Di Desa Juru Mapin, Kecamatan Buer, secara resmi dilakukan serah terima mahasiswa KKL dari Universitas Samawa (UNSA). Kegiatan ini menjadi momentum sinergi antara desa dan perguruan tinggi untuk mendorong inovasi pembangunan desa.

Program Jendela Desa Sepit: Warisan Tradisi yang Terjaga

Di Desa Sepit, Kecamatan Keruak, dua potensi lokal berhasil diangkat lewat Program Jendela Desa. Warga Dusun Liqaul Amal menggali kembali kerajinan pembuatan kipas tradisional Sasak, yang dulunya menjadi sumber pendapatan tambahan masyarakat.

Tak hanya itu, kerajinan tenun tradisional รขโ‚ฌล“Kain Sesekรขโ‚ฌย juga menjadi fokus pelestarian budaya. Warga kembali aktif menenun dengan teknik khas yang diwariskan turun-temurun. Program ini membangkitkan kembali kebanggaan terhadap warisan budaya, sekaligus menjadi peluang ekonomi baru bagi desa.

Evaluasi Perkembangan Desa di Sepit

Masih dari Desa Sepit, telah dilakukan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan tahun 2024 dan 2025. Kegiatan ini menjadi tolak ukur kemajuan tata kelola pemerintahan desa dalam dua tahun terakhir. Evaluasi menyentuh aspek administrasi, partisipasi masyarakat, hingga capaian pembangunan.

Infrastruktur: Rabat Beton Dusun Sukadamai

Di Dusun Sukadamai, Desa Dames Damai, pembangunan rabat beton tengah berlangsung, berlokasi di samping rumah Bapak Zakaria. Pembangunan ini didanai oleh Dana Desa Tahun Anggaran 2024. Harapannya, jalan yang lebih baik dapat mendukung mobilitas dan akses ekonomi warga.

Pelantikan di Desa Dadap

Kamis, 07 Agustus 2025, Desa Dadap, Kecamatan Sambelia, melaksanakan pelantikan perangkat desa baru, yaitu Kepala Dusun Timburan serta Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota BPD. Momen ini menandai penyegaran struktur pemerintahan desa demi meningkatkan pelayanan masyarakat.

Giat Monitoring dan Evaluasi SID

Di Desa Sebasang, Kecamatan Moyo Hulu, telah dilaksanakan Monitoring dan Evaluasi Sistem Informasi Desa (SID) pada 30 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan memastikan sistem digital desa berjalan optimal sebagai alat bantu layanan dan transparansi informasi kepada masyarakat.

Berbagai kegiatan ini menunjukkan bagaimana desa-desa pengguna OpenSID tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghidupkan budaya lokal, memperkuat kelembagaan, dan menjaga semangat kolaborasi. Inilah wajah desa yang dinamis, inovatif, dan siap menyongsong masa depan.

รขล“ยจ Desa cerdas, warga sejahtera!
Informasi ini disajikan dan diperbarui otomatis melalui sistem OpenSID. Tetap ikuti perkembangan desa-desa di NTB hanya di platform resmi OpenSID Wilayah Nusa Tenggara Barat.
selengkapnya silakan baca di Berita Desa Pantau SID

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.
Desa di Kabupaten Lombok Timur NTB Terima Dana Desa 2025
Berita ยท 25 Juli 2025 ยท Lombok Timur
Desa di Kabupaten Lombok Timur NTB Terima Dana Desa 2025

Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan dana desa 2025 tertinggi antara Rp1,9 hingga Rp2,4 miliar. 

Total ada 154 desa di Kabupaten Lombok Timur NTB yang mendapatkan dana di atas Rp1 miliar. 

Dana desa dikucurkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk Kabupaten Lombok Timur dengan anggaran total Rp274.010.887.000 atau lebih dari Rp274 miliar.

Dana desa 2025 yang diberikan Kemenkeu sesuai dengan UU Nomor 62 Tahun 2024 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2025. 

Berikut daftar dana desa 2025 di Kabupaten Lombok Timur melansir Kemenkeu, Kamis (24/7/2025):

Jumlah Total Dana Desa: Rp274.010.887.000

Desa dengan Alokasi Tertinggi

1    Desa Pringgabaya    Rp2.466.480.000

2    Desa Apit Aik    Rp2.069.412.000

3    Desa Pengadangan    Rp2.041.416.000

4    Desa Labuhan Lombok    Rp1.949.676.000

5    Desa Batuyang    Rp1.948.224.000

6    Desa Pohgading    Rp1.929.051.000

7    Desa Sakra    Rp1.902.054.000

Alokasi Dana Mulai Rp 1,8 Miliar

8    Desa Lendang Nangka Utara    Rp1.813.215.000

9    Desa Masbagik Selatan    Rp1.807.719.000

Alokasi Dana Mulai Rp 1,7 Miliar

10    Desa Danger    Rp1.791.453.000

11    Desa Toya    Rp1.768.051.000

12    Desa Jurit Baru    Rp1.750.831.000

Alokasi Dana Mulai Rp 1,6 Miliar

13    Desa Masbagik Utara    Rp1.699.875.000

14    Desa Mamben Daya    Rp1.658.406.000

15    Desa Lenek Daya    Rp1.653.589.000

16    Desa Pringgabaya Utara    Rp1.649.092.000

17    Desa Lendang Nangka    Rp1.624.833.000

18    Desa Kalijaga    Rp1.622.452.000

Alokasi Dana Mulai Rp 1,5 Miliar

19    Desa Lenek Lauk    Rp1.597.963.000

20    Desa Kembang Kerang    Rp1.580.140.000

21    Desa Perigi    Rp1.555.705.000

22    Desa Kota Raja    Rp1.555.365.000

23    Desa Paokmotong    Rp1.555.263.000

24    Desa Perian    Rp1.529.008.000

25    Desa Gunung Malang    Rp1.528.342.000

26    Desa Pohgading Timur    Rp1.522.420.000

27    Desa Aikmel    Rp1.506.018.000

Alokasi Dana Mulai Rp 1,4 Miliar

28    Desa Belanting    Rp1.497.838.000

29    Desa Sukarara    Rp1.484.233.000

30    Desa Wanasaba Lauk    Rp1.464.934.000

31    Desa Jerowaru    Rp1.464.678.000

32    Desa Suela    Rp1.456.174.000

33    Desa Mekar Sari    Rp1.452.430.000

34    Desa Mamben Lauk    Rp1.451.497.000

35    Desa Beriri Jarak    Rp1.448.440.000

36    Desa Bebidas    Rp1.433.536.000

37    Desa Tirtanadi    Rp1.429.270.000

38    Desa Suwangi Timur    Rp1.427.764.000

39    Desa Wanasaba    Rp1.424.089.000

40    Desa Lenek Pesiraman    Rp1.419.295.000

41    Desa Kembang Kerang Daya    Rp1.413.004.000

42    Desa Sukadana    Rp1.403.311.000

Alokasi Dana Mulai Rp 1,3 Miliar

43    Desa Suntalangu    Rp1.393.162.000

44    Desa Seruni Mumbul    Rp1.390.366.000

45    Desa Sembalun Bumbung    Rp1.390.351.000

46    Desa Tembeng Putik    Rp1.386.592.000

47    Desa Kumbang    Rp1.378.648.000

48    Desa Lenek    Rp1.376.329.000

49    Desa Jenggik    Rp1.375.540.000

50    Desa Anjani    Rp1.372.704.000

51    Desa Rumbuk    Rp1.358.731.000

52    Desa Menceh    Rp1.340.818.000

53    Desa Rempung    Rp1.339.117.000

54    Desa Pringgajurang Utara    Rp1.337.386.000

55    Desa Ketangga    Rp1.335.718.000

56    Desa Aikmel Barat    Rp1.333.771.000

57    Desa Korleko    Rp1.331.221.000

58    Desa Pandan Wangi    Rp1.331.044.000

59    Desa Suralaga    Rp1.329.412.000

60    Desa Jurit    Rp1.321.135.000

61    Desa Sugian    Rp1.321.022.000

62    Desa Labuhan Pandan    Rp1.317.856.000

63    Desa Semaya    Rp1.316.005.000

64    Desa Gereneng    Rp1.313.377.000

65    Desa Kalijaga Timur    Rp1.312.436.000

Alokasi Dana Mulai Rp 1,2 Miliar

66    Desa Gelanggang    Rp1.295.584.000

67    Desa Sakra Selatan    Rp1.295.515.000

68    Desa Pesanggrahan    Rp1.285.576.000

69    Desa Lenek Baru    Rp1.284.373.000

70    Desa Labuhan Haji    Rp1.283.883.000

71    Desa Pijot    Rp1.282.477.000

72    Desa Rumbuk Timur    Rp1.276.189.000

73    Desa Songak    Rp1.274.060.000

74    Desa Kerumut    Rp1.268.005.000

75    Desa Bagik Payung Selatan    Rp1.266.478.000

76    Desa Bagik Payung    Rp1.262.413.000

77    Desa Kesik    Rp1.261.984.000

78    Desa Masbagik Timur    Rp1.247.881.000

79    Desa Sambalia    Rp1.233.595.000

80    Desa Lando    Rp1.226.587.000

81    Desa Telaga Waru    Rp1.224.064.000

82    Desa Karang Baru    Rp1.223.822.000

83    Desa Bagik Payung Timur    Rp1.217.345.000

84    Desa Montong Baan Selatan    Rp1.209.847.000

85    Desa Aikmel Timur    Rp1.206.311.000

86    Desa Masbagik Utara Baru    Rp1.206.061.000

87    Desa Sukamulia    Rp1.200.857.000

Alokasi Dana Mulai Rp 1,1 Miliar

88    Desa Aikmel Utara    Rp1.197.824.000

89    Desa Pringgasela Selatan    Rp1.195.156.000

90    Desa Montong Baan    Rp1.194.292.000

91    Desa Montong Betok    Rp1.191.373.000

92    Desa Kalijaga Selatan    Rp1.187.768.000

93    Desa Tete Batu    Rp1.185.961.000

94    Desa Gelora    Rp1.183.381.000

95    Desa Bungtiang    Rp1.181.389.000

96    Desa Sukamulia Timur    Rp1.180.855.000

97    Desa Surabaya    Rp1.180.678.000

98    Desa Dasan Lekong    Rp1.179.949.000

99    Desa Pringgasela    Rp1.169.917.000

100    Desa Wakan    Rp1.169.776.000

101    Desa Suradadi    Rp1.166.695.000

102    Desa Bandok    Rp1.165.934.000

103    Desa Suwangi    Rp1.163.935.000

104    Desa Borok Toyang    Rp1.157.866.000

105    Desa Sembalun Lawang    Rp1.152.682.000

106    Desa Jenggik Utara    Rp1.136.695.000

107    Desa Lepak    Rp1.133.590.000

108    Desa Tetebatu Selatan    Rp1.122.517.000

109    Desa Tanjung Luar    Rp1.122.451.000

110    Desa Batu Putik    Rp1.122.193.000

111    Desa Loyok    Rp1.107.670.000

112    Desa Montong Beter    Rp1.107.445.000

113    Desa Rensing    Rp1.104.454.000

114    Desa Rarang Tengah    Rp1.103.461.000

115    Desa Santong    Rp1.101.025.000

116    Desa Surabaya Utara    Rp1.100.105.000

Alokasi Dana Mulai Rp 1 Miliar

117    Desa Darakunci    Rp1.099.343.000

118    Desa Padak Guar    Rp1.098.857.000

119    Desa Pringga Jurang    Rp1.098.440.000

120    Desa Aik Dewa    Rp1.095.313.000

121    Desa Sekaroh    Rp1.093.331.000

122    Desa Sapit    Rp1.092.110.000

123    Desa Gereneng Timur    Rp1.091.951.000

124    Desa Peneda Gandor    Rp1.091.407.000

125    Desa Pemongkong    Rp1.088.854.000

126    Desa Selaparang    Rp1.087.223.000

127    Desa Banjarsari    Rp1.086.139.000

128    Desa Gunung Rajak    Rp1.085.098.000

129    Desa Teko    Rp1.083.704.000

130    Desa Tebaban    Rp1.080.670.000

131    Desa Kilang    Rp1.078.834.000

132    Desa Pengadangan Barat    Rp1.077.434.000

133    Desa Rarang    Rp1.076.488.000

134    Desa Terara    Rp1.076.164.000

135    Desa Selebung Ketangga    Rp1.071.961.000

136    Desa Danggen Timur    Rp1.070.789.000

137    Desa Sepit    Rp1.069.787.000

138    Desa Anggaraksa    Rp1.067.981.000

139    Desa Pengkelak Mas    Rp1.066.172.000

140    Desa Paok Lombok    Rp1.062.820.000

141    Desa Madayin    Rp1.060.491.000

142    Desa Korleko Selatan    Rp1.058.189.000

143    Desa Bilok Petung    Rp1.057.928.000

144    Desa Sajang    Rp1.052.891.000

145    Desa Sikur    Rp1.047.232.000

146    Desa Darmasari    Rp1.038.829.000

147    Desa Embung Raja    Rp1.037.533.000

148    Desa Kalijaga Baru    Rp1.031.912.000

149    Desa Waringin    Rp1.022.351.000

150    Desa Obel-obel    Rp1.019.586.000

151    Desa Dasan Borok    Rp1.018.320.000

152    Desa Kembang Kuning    Rp1.016.214.000

153    Desa Aik Prapa    Rp1.014.488.000

154    Desa Sukaraja    Rp1.012.247.000

Demikian alokasi dana desa 2025 di Kabupaten Lombok Timur NTB tertinggi hingga Rp2,4 milyar

๐Ÿ’ฌ Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah melalui moderasi.